Harga Emas Melonjak 2 Persen dan Dolar AS Melemah Jelang Data Ekonomi Penting

Rabu 11-02-2026,13:47 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

RADARLEBONG.ID- Harga emas melonjak 2 persen akibat pelemahan dolar AS dan menanti data ekonomi penting Amerika Serikat. IHSG menguat didukung saham konglomerasi dan emiten emas, sementara BEI mempercepat reformasi free float, transparansi pasar, dan tata kelola guna menjaga status pasar berkembang.

Kenaikan Harga Emas Global Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga emas spot tercatat melonjak 1,9% menjadi 5.056 per ons, melanjutkan reli sekitar 4% yang terjadi sebelumnya.

Penguatan harga emas terjadi seiring pelemahan dolar Amerika Serikat sebesar 0,8% ke level terendah dalam lebih dari satu pekan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar global.

BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini 10 Februari 2026 Melejit! Antam, UBS, Galeri 24 & Perhiasan Naik Serentak

Lonjakan Harga Emas Berjangka Amerika Serikat

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April turut mengalami penguatan sekitar 2% ke posisi 5.079 per ons. Pergerakan ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap komoditas emas sebagai instrumen investasi yang dianggap aman di tengah gejolak ekonomi.

Ekspektasi Data Ekonomi AS Mendorong Minat Investor

Pelaku pasar menunjukkan sikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat. Investor menanti indikator utama seperti nonfarm payrolls, inflasi konsumen, dan klaim pengangguran awal yang diperkirakan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Penguatan IHSG Didukung Saham Konglomerasi dan Emiten Emas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan 1,22% ke level 8.031,87 setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham konglomerasi serta emiten tambang emas yang menunjukkan kinerja positif di tengah sentimen global.

Kinerja Sektoral IHSG dan Pergerakan Indeks

Sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,41%, diikuti sektor energi yang naik 2,93% serta sektor barang konsumen siklikal sebesar 2,06%. Sementara itu, sektor kesehatan mengalami penurunan 0,23% dan sektor keuangan melemah 0,19%, mencerminkan rotasi sektor di pasar saham domestik.

Saham Konglomerasi dan Emiten Tambang Emas Menguat

Beberapa saham konglomerasi dan emiten emas mencatat kenaikan signifikan. Saham DSSA naik 8,87% menjadi Rp92.950 per saham, DCI menguat 3,59% ke Rp226.400, dan PANI melonjak 10,36% ke Rp9.850. Saham dari grup Bakrie, BUMI, meningkat 6,19% ke Rp240 per saham, sementara saham RATU melejit 13,48%. Dari sektor emas, saham tertentu melesat hingga 15,38% di Rp7.500 per saham dan saham AMAN naik 2,41% menjadi Rp8.425.

Kategori :