Kenapa Opel Blazer Kurang Laku di Pasar Indonesia?

Sabtu 31-01-2026,12:04 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

 Komponen yang Wajib Dicek

Calon pembeli wajib memeriksa stasioner mesin, sistem pendinginan, AC, serta timing belt. Kerusakan kompresor AC bawaan tergolong mahal, sehingga banyak pemilik menggantinya dengan kompresor merek Jepang yang lebih awet.

 Interval Perawatan Mesin

Timing belt mesin DOHC perlu diganti setiap 30.000 km untuk menghindari kerusakan fatal, sementara versi SOHC memiliki interval lebih panjang hingga 60.000 km.

 Harga Pasar Bekas Opel Blazer yang Terjun Bebas

Saat ini, harga Opel Blazer bekas berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp30 jutaan untuk kondisi standar. Unit dengan kondisi sangat terawat bisa mencapai di atas Rp50 juta. Pajak tahunan tergolong murah, berkisar Rp600.000 hingga Rp800.000 tergantung wilayah.

Faktor Utama Opel Blazer Kurang Laku di Indonesia

Opel Blazer kurang diminati karena citra overkill, kekhawatiran biaya perawatan, minimnya jaringan bengkel spesialis, serta preferensi pasar Indonesia yang lebih menyukai mobil sederhana dan irit. Kombinasi faktor tersebut membuat penjualan rendah dan nilai jual kembali anjlok.

 

Kategori :