Waspada Virus Nipah: Bahaya Penularan dari Babi dan Kelelawar

Sabtu 31-01-2026,11:52 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

RADARLEBONG.ID-Waspada virus Nipah! Ketahui jalur penularan dari babi dan kelelawar, gejala infeksi, serta cara pencegahan efektif untuk melindungi diri dari penyakit mematikan yang belum memiliki obat atau vaksin.

Penyebaran Virus Nipah di Asia Tenggara

Sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional menyusul konfirmasi dua kasus infeksi virus Nipah di India.

Pemeriksaan suhu tubuh dan skrining kesehatan wajib diterapkan bagi seluruh pelaku perjalanan untuk mencegah penularan lintas negara. Virus Nipah tergolong penyakit langka dengan tingkat kematian tinggi, serta belum ditemukan obat atau vaksin yang efektif.

BACA JUGA: Virus Nipah Bukan Flu Biasa: Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu

Jalur Penularan Virus Nipah

Penularan dari Hewan ke Manusia

Virus Nipah awalnya bersifat zoonosis, ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan utama yang berpotensi menularkan virus ini adalah kelelawar dan babi. Penularan terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Penularan melalui Makanan dan Minuman

Buah-buahan atau sari buah yang terkontaminasi liur atau kotoran kelelawar dapat menjadi media penyebaran virus. Konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis meningkatkan risiko infeksi, sehingga penting untuk mencuci buah dan menghindari produk mentah dari sumber yang diragukan kebersihannya.

Penularan Antar-Manusia

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, udara, atau bersin. Yang paling mengkhawatirkan adalah penularan berkelanjutan (human-to-human continuous transmission), meski kasus terbaru di India masih terbatas dan terkendali.

Gejala Virus Nipah

Pasien yang terinfeksi virus Nipah umumnya menunjukkan gejala seperti:

Demam tinggi

Kategori :