PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Surat Edaran Kemenkes Turun, Dinkes Lebong Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Surat Edaran Kemenkes Turun, Dinkes Lebong Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

ilustrasi Dinkes Lebong Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah--

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah provinsi di Indonesia guna meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah. Edaran tersebut diteruskan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada pemerintah kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Lebong.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, M.Si, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Martha, SKM, menyampaikan bahwa meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten Lebong, langkah antisipasi tetap perlu dilakukan secara maksimal.

"Sejauh ini di provinsi Bengkulu belum ditemukan warga yang terpapar virus Nipah, namun masyarakat harus tetap waspada dengan virus tersebut," kata Evan. 

Evan menjelaskan Virus Nipah sendiri merupakan virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae yang bersifat zoonosis, yakni dapat menular dari hewan ke manusia.

BACA JUGA:Tanpa Syarat, Semua Siswa Baru SD-SMP di Lebong Dapat Seragam Gratis

Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar buah atau babi yang terinfeksi. Paparan urin, air liur, dan kotoran hewan yang membawa virus menjadi faktor utama penyebaran.

Selain itu, buah-buahan yang telah terkontaminasi cairan dari hewan terinfeksi juga berpotensi menjadi media penularan apabila dikonsumsi tanpa dicuci bersih.

"Secara klinis, gejala Virus Nipah dapat muncul dalam waktu 4 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Evan, Gejala awal biasanya menyerupai penyakit flu, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, serta muntah. Namun dalam kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau radang otak. Penderita bisa mengalami kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Tingkat fatalitas Virus Nipah di sejumlah kasus internasional tergolong tinggi, sehingga kewaspadaan menjadi hal penting.

"Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong saat ini menggencarkan monitoring melalui seluruh puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan. Tenaga kesehatan diminta aktif melakukan pemantauan dan pelaporan apabila menemukan kasus dengan gejala mencurigakan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, baik melalui fasilitas kesehatan maupun penyuluhan langsung," terangnya. 

Evan Martha mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan makanan, terutama mencuci buah dengan air mengalir sebelum dikonsumsi. Masyarakat juga diminta menghindari kontak langsung dengan kelelawar serta tidak mengonsumsi buah yang tampak telah tergigit atau terkontaminasi. 

"Bagi warga yang mengalami gejala demam tinggi disertai sakit kepala berat atau gangguan kesadaran, diminta segera melakukan skrining kesehatan ke puskesmas terdekat agar mendapat penanganan medis lebih lanjut," pungkasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: