Kesamaan gejala ini menyebabkan diagnosis sering terlambat, sehingga risiko komplikasi meningkat.
Gejala Lanjut dan Komplikasi
Pada kasus yang lebih parah, infeksi virus Nipah dapat memengaruhi sistem pernapasan dan saraf:
Gangguan pernapasan: batuk, sesak napas, hingga gagal pernapasan berat.
Gejala neurologis: radang otak atau ensefalitis yang bisa berpotensi fatal.
Menurut WHO, virus Nipah menyebabkan ensefalitis, peradangan otak yang dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
Penularan dan Wabah Virus Nipah
Kasus terbaru virus Nipah terdeteksi di Benggala Barat, India, memicu kewaspadaan internasional. Wabah bersifat lokal, namun tetap berisiko tinggi menular antar manusia. Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus yang efektif untuk virus Nipah, sehingga pencegahan dan pemantauan menjadi langkah utama.
Penularan dari hewan ke manusia sering terjadi melalui spillover, yaitu saat virus berpindah akibat kontak erat dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi. Selain itu, penularan antar manusia pernah tercatat di lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan.
Upaya Pencegahan dan Kewaspadaan
Untuk mengurangi risiko infeksi virus Nipah:
Hindari kontak langsung dengan kelelawar, babi, atau hewan lain yang berpotensi terinfeksi.
Jangan mengonsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi oleh kelelawar.
Terapkan protokol kesehatan ketat di fasilitas kesehatan dan lingkungan rumah, terutama jika ada pasien yang dicurigai terinfeksi.
Tingkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala awal mirip flu yang muncul secara mendadak.
Peningkatan pemantauan internasional dan edukasi publik menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran lintas negara.