Virus Nipah Bukan Flu Biasa: Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu
ILUSTRASI Virus Nipah Bukan Flu Biasa: Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu --
RADARLEBONG.ID-Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi perhatian publik dan kerap disandingkan dengan penyakit pernapasan seperti flu, COVID-19, maupun pneumonia. Tidak sedikit masyarakat yang menganggap virus ini serupa dengan gangguan pernapasan pada umumnya.
Padahal, karakteristik virus Nipah sangat berbeda dan tingkat bahayanya jauh lebih tinggi.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Kelelawar pemakan buah dikenal sebagai reservoir alami virus ini.
Penularan ke manusia dapat terjadi secara langsung atau melalui hewan perantara, seperti babi. Kondisi ini berbeda dengan sebagian besar virus pernapasan lain yang umumnya menyebar dari manusia ke manusia melalui udara atau droplet.
BACA JUGA:Gejala dan Penyebab Virus Nipah yang Menjadi Sorotan Dunia
Dari sisi sumber penularan, virus Nipah berawal dari hewan dan berpindah ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi atau konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Sementara itu, virus pernapasan seperti influenza dan COVID-19 lebih sering menyebar tanpa melibatkan hewan, melainkan melalui interaksi antarmanusia.
Cara penularannya pun tidak sama. Virus Nipah dapat menular lewat kontak dengan darah, urine, air liur, atau makanan yang tercemar. Penularan antarmanusia memang mungkin terjadi, tetapi biasanya membutuhkan kontak erat. Sebaliknya, virus pernapasan lain cenderung lebih mudah menyebar melalui batuk, bersin, atau udara di ruangan tertutup.
Pada tahap awal, gejala infeksi virus Nipah sering kali menyerupai flu ringan, seperti demam, sakit kepala, dan batuk. Namun, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat. Berbeda dengan virus pernapasan lain yang umumnya berkembang secara bertahap dan sering kali terbatas pada saluran pernapasan.
Dampak virus Nipah juga tidak hanya menyerang paru-paru. Virus ini dapat menyebar ke sistem saraf pusat dan memicu peradangan otak atau ensefalitis, yang berpotensi menimbulkan komplikasi berat. Sementara itu, virus pernapasan lain umumnya berfokus pada sistem pernapasan, meski dalam kasus tertentu bisa memengaruhi organ lain.
Dari segi tingkat keparahan, virus Nipah dikenal memiliki angka kematian yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kondisi kritis dalam waktu singkat. Sebaliknya, banyak virus pernapasan lain memiliki tingkat kesembuhan yang lebih baik, terutama jika mendapatkan penanganan medis sejak dini.
Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk menangani virus Nipah. Penanganan yang dilakukan masih sebatas perawatan suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Berbeda dengan beberapa virus pernapasan lain yang sudah memiliki vaksin dan terapi pendukung yang relatif efektif.
Pola penyebaran virus Nipah juga cenderung terbatas. Kasusnya biasanya muncul secara sporadis di wilayah tertentu dan tidak menyebar luas. Sementara itu, virus pernapasan lain berpotensi menyebar dengan cepat hingga memicu wabah global, seperti yang pernah terjadi menurut catatan World Health Organization.
Berbagai perbedaan tersebut menegaskan bahwa virus Nipah bukanlah penyakit pernapasan biasa. Meski jumlah kasusnya relatif sedikit, dampak yang ditimbulkan bisa sangat serius. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya di daerah yang berdekatan dengan habitat hewan pembawa virus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
