Dorong Regulasi Koperasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi

Selasa 12-07-2022,15:36 WIB
Editor : Reni Apriani

JAKARTA, radarlebong.disway.id - Pada 14 hingga 17 Juli mendatang, bertempat di Denpasar, Bali akan digelar Peringatan Hari Koperasi Tingkat Nasional mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Melalui Kedaulatan Pangan dan Energi Bersama Koperasi”.

Melalui momen HUT Koperasi tersebut, sejumlah harapan disampaikan Senator Muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief.

Dimana, Riri selaku perpanjangan tangan masyarakat di tingkat pusat mendorong regulasi koperasi menuju pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Wajar kalau ada yang menganggap koperasi sebagai sokoguru pembangunan ekonomi baru sekedar wacana doang, karena memang peranannya dalam perekonomian nasional masih terpinggirkan, kurang disokong teknologi, menghadapi masalah transparasi dan lain-lain. Ini semua harus diperbaiki sejak dari regulasi," ujar Hj Riri Damayanti John Latief,  pada peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-75, Selasa (12/6/2022).

BACA JUGA:Hari Populasi Sedunia, Serius Hadapi Ancaman Lonjakan Penduduk

Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan betapa pembangunan ekosistem koperasi yang baik bisa menahan berdampaknya goncangan krisis global terhadap perekonomian nasional.

"Kalau perekonomian negara hanya bergantung dengan sistem internasional, wajar saat krisis global berguncang negaranya terancam mengalami resesi. Tapi kalau negara itu punya koperasi yang kuat, krisis bisa ditahan," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia 

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menjelaskan, ia sepakat dengan ahli yang menginginkan tata aturan yang lebih baik dalam pembangunan ekosistem koperasi di Indonesia seperti Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).

Lanjut Riri, selaku Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini menuturkan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menarik generasi muda agar tertarik dengan koperasi yang dianggap telah ketinggalan zaman terhadap perkembangan teknologi digital.

"Koperasi banyak disalahpahami, dianggap kuno, banyak generasi muda yang nggak ngerti apa manfaatnya berkoperasi, akhirnya bersikap acuh. Padahal koperasi ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal gotong royong, soal ksejahteraan bersama. Ini yang patut dievaluasi," sampai Hj Riri Damayanti John Latief.

BACA JUGA:Senator Riri Ajak Milenial Perkuat Literasi Membaca

Selepas momen Hari Koperasi Indonesia ke-75, Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Kepahiang ini berharap regulasi koperasi dapat diperbaiki dan bisa direalisasikan dengan lebih cepat sehingga bisa memberikan sumbangsih untuk perekonomian nasional.

"Selamat Hari Koperasi Indonesia ke-75. Selamatkan lebih banyak usaha kecil yang mandiri. Semoga Koperasi Indonesia kian berkembang, menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara nyata," tutup Hj Riri Damayanti John Latief.

Data terhimpun,Bank Dunia menyatakan resesi ekonomi global sudah di depan mata sekaligus sikap pesimistis bahwa negara-negara di dunia bisa menghindari ancaman kemunduran roda ekonomi tersebut. Para analis dan lembaga keuangan internasional tidak menampik hal itu.

Kategori :