Gegara Belum Selesai, Pedagang Masih Tempati Kios Darurat

Selasa 28-06-2022,10:56 WIB
Reporter : radarlebong.com
Editor : radarlebong.com

LEBONG, radarlebong.com - Kendatipun, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Lebong,  melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP-Hub) Lebong kembali menganggarkan Rp 3,4 miliar untuk lanjutan pembangunan pasar berlantai 4 tersebut. 

Namun , sayangnya, para pedagang yang direlokasi masih akan tetap menempati kios darurat tersebut. Karena, PTM Muara Aman sedang dalam tahap pengerjaan lanjutan. 

Plt Kadis PUPR-Hub Joni prawinata,SE,MM melalui Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Lebong, Mast Irawan Nugroho, ST membenarkan jika ada beberapa item kegiatan yang akan dilaksanakan dalam lanjutan pembangunan pasar tersebut. 

BACA JUGA:Dianggap Melanggar UU, Ini Sanksi Berat Kepala Daerah yang Tak Patuhi Penghapusan Tenaga Honorer

Pertama ,menyelesaikan pekerjaan untuk lantai 3 dan lantai 4 pasar serta pemasangan instalasi pemadam kebakaran pada bagian dalam bangunan pasar.

Instalasi tersebut, kata Wawan, wajib untuk dipasang pada bangunan publik seperti pasar. 

" Kalau untuk lantai 1 dan 2 pasar sudah selesai dikerjakan pada tahun 2021 lalu.  Ditahun ini dilanjutkan dengan melakukan tahap finishing pada lantai 3 yang terdiri dari kios pedagang dan lantai 4 yang direncanakan sebagai food court atau pusat kuliner," terang Wawan sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pembangunan pasar yang dilaksanakan ditahun ini belum akan menyelesaikan pembangunan PTM Muara Aman hingga 100 persen.

Bahkan diperkirakannya, untuk tuntas sepenuhnya masih dibutuhkan anggaran hingga Rp 7 miliar yang akan kembali diusulkan pada 2023 mendatang.

"Anggaran tersebut peruntukan seperti pemasangan instalasi pemadam kebakaran tahun ini baru untuk bagian dalam bangunan. Sementara dibagian luar seperti pompa belum ada, termasuk genset. Masih ada PR untuk pembangunan selanjutnya," demikian Wawan.

Sekedar diketahui, pembangunan PTM Muara Aman mulai dilaksanakan pada tahun 2018 lalu dengan anggaran Rp 7 miliar.

Kemudian, pembangunan tahap II dilanjutkan pada tahun 2019 yang menelan anggaran hingga Rp 13,3 miliar. Ditahun 2020 kembali dilanjutkan dengan anggaran Rp 13,1 miliar, tahun 2021 Rp 3,5 miliar dan di tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp 3,4 miliar.(bye)

Kategori :