BENGKULU, radarlebong.com – Hampir setiap tahun Pemerintah Pusat rtin mengelontorkan dana untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke masyarakat. Sementara, terkadang bantuan yang diberikan jumlahnya tidak mencukupi guna menutupi semua kebutuhan di lapangan. Untuk itu, Senator Muda Hj Riri Damayanti yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia menyarankan kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) agar dapat mengalokasikan APBD untuk bedah rumah tersebut. " Karena ini memang penting dan mendesak, Jangan Pemda hanya ngandalkan APBN. Untuk gaya hidup pejabat boleh ngirit, tapi untuk masyarakat harus royal," ujar Hj Riri Damayanti John Latief. Lebih lanjut Riri selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Pemuda Nasional Indonesia (DPP KNPI) ini mengungkapkan, tahun 2022 ini Kementerian PUPR telah mengalokasikan Rp5,1 triliun untuk program BSPS bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia. "Karena dana di pusat ini dibagi ke seluruh Indonesia, maka sampai ke Bengkulu jumlahnya nggak seberapa. Bagi saya ini masalah. Dalam banyak kesempatan saya sampaikan ke Kementerian PUPR tolong untuk Bengkulu jumlahnya diperiksa betul karena yang butuh banyak," tegas Hj Riri Damayanti John Latief. Dewan Penasehat Karang Taruna Provinsi Bengkulu ini menekankan, dalam kunjungan ke desa-desa, banyak aspirasi masyarakat agar program bedah rumah ini dilanjutkan dan jumlahnya diperbanyak karena mampu mewujudkan hunian layak, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di masa pandemi. "Karena dana di pusat ini dibagi ke seluruh Indonesia, maka sampai ke Bengkulu jumlahnya nggak seberapa. Bagi saya ini masalah. Dalam banyak kesempatan saya sampaikan ke Kementerian PUPR tolong untuk Bengkulu jumlahnya diperiksa betul karena yang butuh banyak," tegas Hj Riri Damayanti John Latief. Baca Juga : Senator Riri Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Bengkulu Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Kepahiang ini menambahkan, pemerintah daerah di Bengkulu juga bisa belajar dari daerah-daerah lain yang berhasil membedah rumah warganya dengan dana zakat atau perusahaan-perusahaan berkembang yang ada di daerah tersebut. "Kalau perlu semua gotong royong bersedekah setiap hari untuk membantu bergotong royong membangun atau merehab rumah warga yang memang memerlukan. Tidak akan miskin orang yang suka sedekah. Apalagi di bulan Ramadan, bulan penuh berkah," tutup Hj Riri Damayanti John Latief. Kemiskinan masih menjadi salah satu masalah besar bagi Provinsi Bengkulu. Salah satu buktinya bisa dilihat dari masih banyaknya warga yang tinggal di rumah tak layak huni. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2021 menyebut jumlahnya mencapai sebanyak 98.882 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.(***/rls)
Pemda Disarankan Alokasikan APBD untuk Bedah Rumah
Kamis 14-04-2022,12:05 WIB
Editor : Radar Lebong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 04-06-2026,17:27 WIB
Suzuki Cool Biao 150: Kental Aura Klasik, Sebegini Harganya
Kamis 04-06-2026,17:23 WIB
Yadea GS70 Hadir dengan Teknologi Modern, Sudah Bisa Dijajal
Kamis 04-06-2026,17:29 WIB
BMW F 450 GS Siap Guncang Pasar Motor Adventure Kelas Menengah
Jumat 05-06-2026,09:54 WIB
Redakan Gatal Akibat Eksim dengan Mengonsumsi Makanan Kaya 3 Nutrisi Ini
Jumat 05-06-2026,12:55 WIB
FIFA Resmi Luncurkan Album Piala Dunia 2026, Hadirkan 18 Lagu Kolaborasi Global
Terkini
Jumat 05-06-2026,16:11 WIB
Cara Transfer Saldo ShopeePay Tanpa Verifikasi KTP
Jumat 05-06-2026,16:09 WIB
Cara Buka Rekening SeaBank Tanpa Setoran Awal
Jumat 05-06-2026,16:06 WIB
Penyebab Fitur Seabank Pinjam Tidak Muncul di Aplikasi
Jumat 05-06-2026,16:03 WIB
Cara Mentransfer Dana Pinjaman SeaBank ke Aplikasi DANA
Jumat 05-06-2026,16:00 WIB