RadarLebong.com, LEBONG - Masyarakat Kabupaten Lebong sepertinya, jangan hanya takut akan bahaya covid-19 varian baru jenis Omicron saja. Namun, kewaspadaan akan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) juga harus ditingkatkan. Buktinya, pada awal tahun ini saja, sudah 5 kasus DBD serang warga Lebong. Ke-5 kasus DBD ini 3 kasus di Kecamatan Lebong Sakti dan 2 kasus di Kecamatan Lebong Selatan. Kendati, belum ada kasus meninggal akibat DBD, namun warga diharapkan kembali menggerakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara menyeluruh di lingkungan wilayah masing-masing. Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM melalui Kasi P2M, Elva Susanti Nasution, SKM mengatakan faktor utama yang menjadi penyebab kasus DBD ini lantaran musim penghujan, sehingga genangan air yang terjadi disekitaran tempat tinggal masyarakat menjadi sarang nyamuk. "Faktor utama penyebab DBD ini lantaran musim penghujan. Alhamdulillah, ke-5 kasus DBD sudah kita tanggani dan dilakukan fogging (pengasapan,red) dan tidak ada ditemukan kasus warga yang meninggal dunia akibat gigiatan nyamuk DBD ini," katanya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jumlah kasus DBD akan kembali bertambah, namun untuk mengantisipasi hal tersebut masyarakat harus dengan sendirinya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Salah satunya dengan tidak membiarkan genangan air hujan yang terjadi disekitaran rumah. Selain masyarakat, tentunya peran pemerintah desa dan kelurahan dengan didamping Puskesmas jug harus melaksanakan kegiatiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal diwilayah masing-masing. "Untuk melakukan upaya pencegahan kasus demam berdarah ini, harus dimulai dari peran masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Termasuk juga harus ada peran pemdes dan kelurahan untuk senantiasa melksanakan kegiatan PSN, " bebernya. Ditambahkannya, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) juga sangat penting dilakukan, untuk menghentikan perkembangan nyamuk aides aigypti agar tidak menyerang warga. Karena jika hanya mengadalkan fogging tidak akan memutus mata rantai jentik nyamuk. Untuk itulah, melaksanakan kebersihan lingkungan adalah upaya efektif untuk memutuskan mata rantai nyamuk aegypty. "Upaya ini harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing untuk dapat meningkatkan kesadaran dalma menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila itu sudah dilakukan, mudah-mudahan dapat memutus siklus perkembangan nyamuk aegypty, " tandasnya. (wlk)
Jangan Hanya Takut Covid-19, DBD Lebih Berbahaya, Nih Buktinya
Senin 24-01-2022,12:20 WIB
Editor : Radar Lebong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 26-05-2026,17:33 WIB
DPR RI Akomodasi Putusan MK Nomor 128 Soal Kuota Caleg Perempuan dalam Revisi UU Pemilu
Selasa 26-05-2026,17:38 WIB
10 Perusahaan CPO Diduga Lakukan Transfer Pricing, Menkeu Purbaya Serahkan Data ke Kejagung
Rabu 27-05-2026,09:21 WIB
Intip 4 Manfaat Daun Bawang yang Jarang Diketahui, Ampuh Turunkan Kolesterol!
Rabu 27-05-2026,15:09 WIB
Piala Dunia 2026: Telkomsel Hadirkan Paket Khusus MAXStream TV dan 100 Ribu Akses Gratis
Rabu 27-05-2026,14:58 WIB
Apakah Jumat 29 Mei 2026 Cuti Bersama Idul Adha? ASN Wajib Simak Aturan Ini!
Terkini
Rabu 27-05-2026,17:30 WIB
Menkeu Purbaya Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Anggaran Rp 55 Triliun Disiapkan
Rabu 27-05-2026,17:11 WIB
Yadea GS70 Resmi Meluncur di Indonesia, Siap Dicoba di Seluruh Dealer Resmi
Rabu 27-05-2026,17:05 WIB
Resmi! Insentif Kendaraan Listrik Ditunda Satu Bulan
Rabu 27-05-2026,15:25 WIB
Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Daging Kerbau di Lebong Melonjak Tajam
Rabu 27-05-2026,15:21 WIB