Launching Pilkades 2026, Dari 78 Desa Ikut Serta 10 Desa Disiapkan Gunakan E-Voting
Launching Pilkades 2026-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) LEBONG resmi membuka tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Sebanyak 78 desa dipastikan masuk dalam pelaksanaan Pilkades tahun ini.
Launching Pilkades serentak digelar Selasa 8 September 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian tahapan pemilihan kepala desa di Kabupaten Lebong.
Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH menjelaskan, 78 desa tersebut terdiri dari 66 desa yang saat ini dipimpin Penjabat (Pjs) kepala desa dan 12 desa lainnya yang masih memiliki kepala desa definitif, namun masa jabatannya akan berakhir pada Desember 2026. Pada hari ini, Selasa tanggal 8 September, dimulai launching Pilkades serentak di Kabupaten Lebong.
"Sebelumnya ada 66 desa yang diisi Pjs, kemudian ada 12 desa definitif yang habis masa jabatannya pada Desember 2026. Jadi totalnya 78 desa,” ujar Bupati Azhari.
BACA JUGA:Diundur Sehari, Launching Pilkades Serentak Lebong Resmi Digelar Besok 8 September
Lanjut Bupati Azhari,mengatakan, selain menentukan dimulainya tahapan Pilkades, Pemkab Lebong juga mulai menerapkan konsep digitalisasi dalam pelaksanaan pemungutan suara. Dari total 78 desa peserta Pilkades, sebanyak 10 desa disiapkan sebagai lokasi percontohan pemungutan suara menggunakan sistem elektronik atau e-voting.
Bupati Azhari menyebut penerapan e-voting tersebut merupakan bagian dari hasil pembahasan Pemkab Lebong bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sistem ini diharapkan dapat membuat proses pemungutan sekaligus penghitungan suara menjadi lebih praktis dan efisien.
“Dari Kemendagri juga disarankan untuk pencoblosan melalui elektronik. Ini lebih memudahkan. Insya Allah kita siap 10 desa dulu sebagai sampel,” kata Bupati Azhari
Lebih jauh Bupati Azhari, menyampaikan, jika pelaksanaan percontohan tersebut berjalan sesuai rencana, Lebong berpeluang menjadi daerah pertama di Provinsi Bengkulu yang menerapkan e-voting dalam Pilkades. Namun, penerapan sistem elektronik tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah kesiapan jaringan komunikasi. Karena itu, 10 desa yang dipilih nantinya merupakan desa yang berada relatif dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Lebong di Tubei dan memiliki dukungan jaringan yang dinilai lebih memadai.
“Kemungkinan di Provinsi Bengkulu kita yang pertama melakukan pencoblosan secara elektronik. Walaupun tidak semua, hanya 10 desa yang dekat dengan Tubei karena akses sinyal harus kuat,” sampai Bupati Azhari.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Herru Dana Putra, SE, M.AK, memastikan launching yang digelar tersebut menjadi titik awal resmi seluruh tahapan Pilkades serentak 2026 dimulai.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi momentum dimulainya proses Pilkades secara resmi di 78 desa yang berada diwilayah Kabupaten Lebong.
“Tidak perlu lagi dipertanyakan, launching ini adalah simbol atau seremoni bahwa dimulainya Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Lebong,” tegas Herru
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
