PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Program Seragam Gratis Disambut Baik, Madrasah di Lebong Berharap Ikut Merasakan

Program Seragam Gratis Disambut Baik, Madrasah di Lebong Berharap Ikut Merasakan

Program Seragam Gratis Disambut Baik, Madrasah di Lebong Berharap Ikut Merasakan-foto :carles/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.ID- Di tengah rasa syukur atas terealisasinya salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati LEBONG, H. Azhari dan Bambang ASB, berupa pembagian seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) LEBONG, masih ada secercah harapan yang disampaikan oleh kalangan sekolah swasta dan negeri berbasis keagamaan.

Program yang saat ini masih terus bergulir tersebut dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat. Namun, pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) berharap ke depan kebijakan serupa juga dapat menyentuh siswa di sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

Harapan itu disampaikan Kepala MI Muhammadiyah 01 Talang Leak, Nindi Marselina, S.Pd. Menurutnya, pihak sekolah sangat menginginkan agar para siswanya juga dapat menerima bantuan seragam gratis. Meski demikian, ia mengaku memahami regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.

"Kami memang tidak mendapatkan bantuan seragam gratis ini. Kalau dikatakan berharap, tentu kami sangat mengharapkan. Namun, kami paham bahwa MI Muhammadiyah ini berada di bawah naungan Kementerian Agama, sedangkan SDN dan SMPN berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sehingga mereka yang menerima bantuan tersebut," ujar Nindi saat diwawancarai Radar Lebong.

BACA JUGA:Bupati Ajak Seluruh Warga Pasang Bendera Merah Putih

Nindi mengungkapkan, sebagian besar peserta didik di sekolah yang dipimpinnya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Karena itu, bantuan seragam gratis dinilai akan sangat membantu meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.

"Sebenarnya kami sangat berharap, sebab kami juga bagian dari warga Lebong. Ketika melihat anak-anak kami berteman dengan anak dari sekolah negeri, muncul rasa ketidakadilan di antara mereka. Saat ini, murid kelas 1 kami berjumlah 7 orang, sedangkan total keseluruhan siswa ada 62 orang," tambahnya.

Harapan serupa juga datang dari MI Muhammadiyah 1A Ujung Tanjung, Kecamatan Lebong Sakti. Melalui salah satu gurunya, Andi, S.Pd., pihak sekolah mengaku hanya bisa menerima kebijakan yang berlaku saat ini, meski tetap berharap adanya perhatian yang sama bagi sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.

"Kalau dikatakan berharap, tentu kami berharap. Namun karena sudah menjadi kebijakan, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk tahun ini, murid kelas 1 kami berjumlah 21 orang, dengan total keseluruhan siswa mencapai 185 orang," kata Andi saat berbincang dengan Radar Lebong.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: