Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran, Pemkab Lebong Optimistis PAD 2026 Tembus Target
Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran, Pemkab Lebong Optimistis PAD 2026 Tembus Target--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menunjukkan optimisme tinggi terhadap pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2026.
Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata unggulan, terutama saat momen libur Lebaran 1447 Hijriah yang mendorong lonjakan aktivitas pariwisata di daerah tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong, target PAD sektor pariwisata tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 70 juta.
Target tersebut dibagi ke dalam beberapa destinasi, yakni objek wisata Air Putih dengan kontribusi terbesar sebesar Rp 50 juta, disusul Danau Picung sebesar Rp 15 juta, dan Pulau Harapan sebesar Rp 5 juta. Dari ketiga destinasi tersebut, Air Putih dan Danau Picung dinilai memiliki potensi paling besar untuk memenuhi target yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Libur Lebaran, Bupati Lebong Akan Sidak Kehadiran ASN
Sekretaris Disparpora Kabupaten Lebong, Agus Suryadi, menjelaskan bahwa tingginya angka kunjungan selama periode Lebaran menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata mulai menunjukkan tren positif. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap potensi pemasukan retribusi daerah, khususnya dari dua destinasi utama yang saat ini menjadi primadona masyarakat.
Meski demikian, Agus mengakui bahwa kontribusi dari objek wisata Pulau Harapan masih belum dapat dipastikan. Hal ini disebabkan oleh kondisi infrastruktur dan fasilitas di lokasi tersebut yang dinilai belum memadai untuk menunjang aktivitas kunjungan wisatawan secara optimal. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat menjamin realisasi target PAD dari destinasi tersebut dalam waktu dekat.
"Untuk Pulau Harapan, saat ini memang belum bisa dimaksimalkan karena kondisi di lapangan belum mendukung. Namun demikian, kami tetap akan melakukan upaya penagihan retribusi kepada seluruh pengelola objek wisata, termasuk Pulau Harapan," jelas Agus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Disparpora akan tetap melayangkan surat resmi kepada pengelola ketiga objek wisata sebagai bagian dari upaya optimalisasi PAD. Langkah ini dilakukan agar seluruh potensi pendapatan daerah dapat digali secara maksimal, meskipun terdapat kendala di beberapa lokasi.
Optimisme Pemkab Lebong juga didukung oleh capaian tahun sebelumnya yang meskipun belum memenuhi target, tetap menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan.
Pada tahun 2025, PAD dari sektor pariwisata hanya mencapai Rp 34 juta, dengan rincian Rp 30 juta berasal dari objek wisata Air Putih dan Rp 4 juta dari Danau Picung. Sementara itu, kontribusi dari destinasi lainnya masih sangat minim.
Dengan perbandingan tersebut, pemerintah daerah menilai bahwa target Rp 70 juta pada tahun 2026 cukup realistis untuk dicapai, terutama jika tren peningkatan kunjungan wisata dapat terus dipertahankan. Selain itu, upaya pembenahan fasilitas dan promosi wisata juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
"Ke depan, Pemkab Lebong akan untuk terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama PAD. Melalui peningkatan kualitas destinasi, pengelolaan yang lebih profesional, serta dukungan masyarakat, sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
