PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Single Gear vs CVT: Kenapa Mobil Listrik Terasa ‘Ngos-ngosan’ di Top Speed?

Single Gear vs CVT: Kenapa Mobil Listrik Terasa ‘Ngos-ngosan’ di Top Speed?

Single Gear vs CVT: Kenapa Mobil Listrik Terasa ‘Ngos-ngosan’ di Top Speed?--

RADARLEBONG.ID-Analisis lengkap single gear vs CVT pada mobil listrik dan mobil bensin, penyebab mobil listrik boros di tol, perbandingan efisiensi energi, biaya per km, peran transmisi, hambatan udara, regenerative braking, serta alasan pabrikan memilih single reduction gear.

Perbandingan Konsumsi Energi Mobil Listrik vs Mobil Bensin di Jalan Tol

Skenario Pengujian Kecepatan Konstan 90 km/jam

Perbandingan dilakukan menggunakan mobil listrik BYD Atto 3 dan mobil bensin Honda HRV CVT dalam skenario jalan tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam berdasarkan pengujian tim Grid Auto.

BACA JUGA:Yamaha EC-06, Motor Listrik Stylish dengan Fitur Paling Lengkap di 2025

Pemilihan kedua model dilakukan karena berada di kelas yang relatif setara dan diuji oleh tim yang sama sehingga data lebih konsisten serta independen.

Hasil Konsumsi Energi dan Biaya per Kilometer

Honda HRV CVT mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 17,8 km/liter. Dengan asumsi penggunaan bahan bakar Pertamax seharga sekitar Rp11.100 per liter, biaya operasional mencapai sekitar Rp702 per kilometer. Sementara itu, BYD Atto 3 memiliki konsumsi energi sekitar 9,1 km/kWh di tol. Dengan tarif pengisian SPKLU sekitar Rp3.000 per kWh, biaya perjalanan berada di kisaran Rp329 per kilometer. Secara biaya penggunaan, mobil listrik tetap lebih murah meskipun efisiensi teknis di tol cenderung lebih baik pada mobil bensin.

Faktor Aerodinamika dan Hambatan Udara yang Membuat Mobil Listrik Boros di Tol

Peningkatan Hambatan Angin pada Kecepatan Tinggi

Hambatan udara meningkat seiring kenaikan kecepatan kendaraan. Ketika kecepatan meningkat dua kali lipat, hambatan angin dapat meningkat hingga empat kali lipat. Kondisi ini membuat kebutuhan energi kendaraan meningkat signifikan saat melaju konstan di jalan tol.

Minimnya Regenerative Braking di Perjalanan Konstan

Di lingkungan perkotaan, mobil listrik memanfaatkan sistem regenerative braking untuk mengembalikan sebagian energi ke baterai saat deselerasi atau pengereman. Namun di tol yang memiliki pola perjalanan stabil dan minim pengereman, energi tidak dapat dipulihkan secara signifikan sehingga konsumsi baterai terasa lebih cepat.

Rolling Resistance dan Beban Energi Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: