Wilayah di Lebong Ini MT II-nya Alami Kendala, Kali Ini Bukan Karena Hama Tapi Karena ..

Wilayah di Lebong Ini MT II-nya Alami Kendala, Kali Ini Bukan Karena Hama Tapi Karena ..

Jebol: 2 hektar tanaman padi milik warga Desa Suka Sari Kecamatan Lebong Selatan ini rusak akibat jebolnya tanggul-foto : dokumentasi/raleb.id-

RADARLEBONG.ID - Pelaksanaan MT II atau Musim Tanam II di Kabupaten Lebong di wilayah ini alami kendala.

Kali ini bukan karena hama tikus dan serangan hama lainnya, tapi karena jebolnya tanggul air pikat Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini berdampak pada lahan sawah milik warga. 

Kurang lebih 2 hektar lahan sawah milik warga yang telah ditanami padi pada program MT-2 rusak diterjang banjir akibat jebolnya tanggul di lokasi tersebut.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Tes 409-02 Lebong Selatan, Serda Noval, mengungkapkan rusaknya tanggul air pikat ini diperkirakan terjadi antara pukul 20.00 WIB Sabtu (19/8).

BACA JUGA:Ngeri!! 2 Hektare Padi MT II Petani Lebong Berumur 2 Bulan Dilalap Hama Tikus

BACA JUGA:Ini Ganjaran Bagi Desa yang Telah Sukseskan MT II

Hal ini disebabkan sungai Air Pikat yang meluap karena hujan yang terjadi sejak pukul 17.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB. 

"Lebih kurang ada 2 hektar tanaman padi warga yang rusak karena tertimbun material saat banjir karena tanggul yang berada dipinggir Sungai Air Pikat jebol. Perkiraan kita, tanggul yang jebol ini mencapai 150 meter," ungkapnya. 

Tidak hanya tanaman padi saja yang rusak akibat curah hujan tinggi yang terjadi belum lama ini, namun tanah yang berada dekat di pemukiman warga juga mengalami keretakan dan dikhawatirkan hal ini bisa mengancam keselamatan masyarakat setempat. 

"Kita sudah meninjau kedua lokasi tersebut, warga berharap agar hal ini dapat segera ditindaklanjuti," terangnya. 

Sementara itu, Camat Lebong Selatan, Karter Jaya, S.Sos, membenarkan adanya kerusakan tanggul Air Pikat hingga mengakibatkan 2 hektar sawah warga Desa Suka Sari mengalami kerusakan. 

"Kami sudah meminta pemerintah desa setempat untuk segera melaporkan kejadian ini ke dinas terkait agar dapat segera ditindaklanjuti sehingga kerusakan tidak bertambah parah," demikian Camat. (arp)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: