Heboh,,Demi Migor Warga Antre Gunakan Sandal

Heboh,,Demi Migor Warga Antre Gunakan Sandal

LEBONG UTARA, radarlebong.com - Stok minyak goreng di Kabupaten Lebong, hingga saat ini masih sulit didapati warga. Jikapun tersedia, warga pun masih harus rela antre berjam-jam di toko ritel untuk mendapatkan minyak goreng sesuai HET rp 14 ribu/liter. Seperti pantauan Radar Lebong, di Toko Ritel Modern Alfamart di Pasar Muara Aman , sabtu lalu. Suasana gaduh nyaris ricuh, dimana aksi dobrak pintu toko mewarnai pembagian minyak goreng yang memberlakukan sistem buka tutup pintu toko. Baca Juga : Demi Minyak Goreng, Antri, Desak-Desakan, Asalkan Minyak Murah Didapat Kegaduhan semakin memuncak, ketika petugas mengumumkan jika minyak goreng akan segera habis sementara warga yang antre masih banyak. Warga pun berusaha tetap masuk ke Toko Ritel. Tak hanya itu saja, uniknya, agar tidak kelelahan antre di terik matahari ataupun guyuran hujan. Ratusan ibu rumah tangga meletakkan sendal yang dijadikan nomor urut antre di depan toko ritel, sementara mereka duduk-duduk di pojok parkiran sambil berteduh. Kepala Toko Pegawai Alfamart Rahmad (26) membenarkan jika penjualan minyak goreng pada sabtu lalu, cukup membludak dan warga saling dorong serta berdesakan. " Sementara, stok migor yang masuk berjumlah 3 dus minyak goreng kemasan 2 liter dengan harga Rp 28.000 ribu. Warga yang antre sudah banyak diluar toko," kata Rahmad. Tak sedikit juga ibu ibu yang kecewa dan histeris tidak kebagian minyak goreng. Seperti disampaikan, Hera, ia terpaksa antre dan berdesak desakan karena sulit untuk mendapatkan minyak goreng. Jika pun ada harganya melambung bahkan hingga Rp 30 ribu jauh dari harga HET yang di tetapkan Rp14 ribu perliter apalagi yang dua liter. Baca JugaDiduga Alfamart Timbun Migor, Disperindagkop Segera Panggil Kepala Toko "Entah apa penyebab migor langka. Minta nian dengan pemerintah kasian kami rakyat. Masak nak beli minyak goreng sampai harus begini. Habis waktu sehari hanya untuk antre. Padahal kami juga harus kerja,"sesalnya.(rak) Sementara itu, kelangkaan migor, lantas membuat warga lebih memilih untuk memasak sayur Lemea dan Tempoyak yang tidak menggunakan minyak goreng. Ririn (30), salah satu warga Desa Danau Liang Kecamatan Lebong Tengah mengaku jika sudah satu minggu terakhir tidak lagi memasak sayur dengan menggunakan minyak goreng. Itupun lantaran tidak ada satupun warung di tempat tinggalnya yang menjual minyak goreng, sulitnya mendapatkan kebutuhan minyak goreng inipun, Ia lebih memilih memasak sayur yang sama sekali tidak menggunakan minyak goreng seperti, gulai Lemea, Tempoyak dan lainnya. "Saya sudah satu minggu tidak lagi memasak sayur untuk keluarga menggunakan minyak goreng. Karena disini tidak ada warung yang menjual minyak goreng ini," ucap Ririn dibincangi Radar Lebong. Sulitnya persedian minyak goreng, dirinya berharap pemerintah daerah ataupun dinas terkait, untuk lebih serius mencari solusi terhadap kelangkaan serta tingginya harga minyak goreng yang saat ini terjadi. Hal itu dimaksud agar kebutuhan minyak goreng tetap bisa terpenuhi dan tidak memberatkan ekonomi masyarakat. "Kita berharap, kondisi ini tidak dibiarkan berlarut. Karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadahan otomatis minyak goreng ini sangat kita butuhkan," pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Disperindagkop dan UKM Lebong, Ir. Eddy Ramlan melalui Kabid Perdagangan, Arnaldi Sucipto, ST, ME mangatakan pihaknya sudah menyurati dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Bagian Perekonomian untuk ikut melakukan penguatan bahan pangan di Kabupaten Lebong. Salah satunya peersedian minyak goreng untuk masyarakat Lebong. "Tak hanya itu, kita juga sudah meminta para toko atau agen minyak goreng untuk mengimbau pedagang eseran yang mendapat stok minyak goreng, supaya menjual dengan mempertimbangkan kewajaran harga. Jadi kemungkinan besar minyak goreng yang dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah adalah pedagang dadakan atau bukan pedagang dari Kabupaten Lebong," singkatnya. (rak/wlk)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: