PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Atap Seng Rusak Keindahan Indonesia, Prabowo Dorong Program Gentengisasi Nasional

Atap Seng Rusak Keindahan Indonesia, Prabowo Dorong Program Gentengisasi Nasional

Atap Seng Rusak Keindahan Indonesia, Prabowo Dorong Program Gentengisasi Nasional-foto :tangkapan layar/youtube-

Sebelum maraknya penggunaan seng, masyarakat Indonesia dikenal menggunakan atap dari bahan alami seperti rumbia, ijuk, atau sirap. Material tersebut memberikan kesejukan dan menyatu dengan alam sekitar. Pengalaman masa lalu ini dijadikan rujukan untuk mengembalikan konsep hunian yang selaras dengan lingkungan dan budaya lokal.

 Dampak Visual terhadap Pariwisata Indonesia

Lingkungan yang dipenuhi atap seng berkarat dinilai tidak menarik bagi wisatawan mancanegara. Karat dianggap sebagai simbol kemunduran dan degradasi, bukan kebangkitan. Program gentengisasi diharapkan mampu meningkatkan daya tarik visual daerah-daerah wisata dan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang indah.

 Penataan Spanduk, Baliho, dan Kabel sebagai Bagian dari Indonesia ASRI

Selain atap rumah, penataan spanduk, baliho, iklan, dan kabel listrik juga dianggap penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan estetis. Penertiban elemen visual tersebut bertujuan agar kota-kota memiliki identitas yang jelas dan tidak terlihat seragam serta semrawut. Pendekatan dialog dengan pelaku usaha didorong agar penataan dilakukan secara sopan dan berimbang.

Keindahan Lingkungan sebagai Simbol Kebangkitan Nasional

Lingkungan yang bersih, tertata, dan bebas karat diposisikan sebagai simbol kebangkitan Indonesia. Keindahan tidak hanya dipandang sebagai aspek visual, tetapi juga sebagai cerminan kekuatan, kebahagiaan rakyat, dan optimisme masa depan. Program gentengisasi menjadi salah satu langkah konkret menuju Indonesia yang lebih asri dan bermartabat.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: