PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

5 Mobil yang Susah Dijual Kembali di Pasar Bekas Indonesia

5 Mobil yang Susah Dijual Kembali di Pasar Bekas Indonesia

mobil yang susah dijual kembali di Indonesia, daftar mobil bekas susah laku antar pemakai, alasan Ford Fiesta sulit dijual kembali, kelemahan Toyota Yaris Lele di pasar mobil bekas, Nissan Grand Livina bekas susah dijual, Innova bensin manual kurang dimin--

Di balik keunggulannya, Ford Fiesta memiliki reputasi buruk dalam hal keandalan, khususnya pada transmisi otomatis dual clutch. Sistem ini kerap bermasalah saat digunakan dalam kondisi macet, bahkan rentan mengalami overheat. Risiko tersebut membuat mobil ini kurang ideal untuk penggunaan harian di kota besar. Harga suku cadang yang mahal serta keterbatasan aftermarket semakin mempersempit pasar, sehingga pemilik sering kali terpaksa menurunkan harga secara ekstrem agar mobil dapat terjual.

2.Toyota Yaris Lele: Desain Kontroversial dan Pasar Terbatas

Perubahan Karakter dari Generasi Sebelumnya

Toyota Yaris Lele merupakan generasi kedua Yaris yang sempat mengejutkan pasar. Perubahan desain membuat citra mobil ini bergeser dari hatchback anak muda menjadi terlihat lebih dewasa. Transformasi ini tidak sepenuhnya diterima oleh pasar, terutama oleh konsumen setia Yaris yang mengharapkan desain sporty.

Performa Mesin dan Handling

Dari sisi performa, tenaga mesin Yaris Lele dinilai biasa saja, tidak menawarkan keunggulan signifikan dibanding pesaing. Salah satu keluhan utama adalah radius putarnya yang besar, sehingga menyulitkan manuver, termasuk saat putar balik di jalan dua arah yang sempit.

Dampak Desain terhadap Harga Bekas

Desain yang dianggap kurang merepresentasikan identitas Yaris membuat permintaan mobil ini menurun. Untuk menarik minat pembeli, harga jual bekasnya harus terus diturunkan, menjadikannya salah satu mobil Toyota yang relatif susah dijual kembali di pasar antar pemakai.

3.Nissan Grand Livina: Citra Negatif dan Minimnya Dukungan Resmi

Reputasi di Berbagai Generasi

Nissan Grand Livina, baik generasi L10, L11, hingga L12, dikenal memiliki pasar bekas yang sempit. Berbagai isu seperti anggapan mudah rusak, biaya perawatan tinggi, hingga isu keamanan membuat calon pembeli ragu, meskipun tidak semua persepsi tersebut sepenuhnya terbukti.

Faktor Usia dan Peremajaan

Banyak unit Grand Livina yang beredar saat ini sudah berusia cukup tua, terutama generasi awal. Kondisi ini menuntut peremajaan komponen yang tidak sedikit. Walaupun suku cadang aftermarket tersedia luas di marketplace, harga spare part orisinal Nissan relatif mahal.

Keterbatasan Bengkel Resmi

Jumlah bengkel resmi Nissan di Indonesia yang semakin sedikit turut memengaruhi kepercayaan pasar. Ketergantungan pada bengkel umum memang memungkinkan, tetapi menuntut pemilik memiliki pemahaman teknis yang baik. Kombinasi faktor ini membuat Grand Livina menjadi salah satu MPV yang cukup sulit dijual kembali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: