PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Minum Teh Setiap Hari, Ini Manfaat dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

Minum Teh Setiap Hari, Ini Manfaat dan Efek Samping yang Perlu Diketahui

ilustrasi ,Minum Teh Setiap Hari, Ini Manfaat dan Efek Samping yang Perlu Diketahui--

Selain kaya akan senyawa bermanfaat, teh juga mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan energi dan menjaga fokus mental.

Apa Saja Kandungan dalam Teh?

Tidak banyak vitamin atau nutrisi dalam teh, namun minuman ini kaya akan fitokimia, senyawa yang memberi karakteristik pada tumbuhan (seperti warna dan aroma) serta memberi efek farmakologis saat dikonsumsi. fitokimia utama yang ada dalam teh adalah kafein dan polifenol.

Jumlah dan jenis fitokimia dalam teh bergantung pada bagaimana daun teh diproses. Misalnya, teh yang tidak teroksidasi mengandung kadar polifenol yang tinggi atau katekin. Sementara itu, teh yang teroksidasi sepenuhnya kaya akan polifenol yang disebut theaflavin dan thearubigin.

"Teh hijau memiliki lebih banyak polifenol daripada teh hitam, tetapi teh hitam memiliki lebih banyak kafein. Dan matcha adalah teh hijau kering yang digiling menjadi partikel halus. Konsentrasinya lebih tinggi-lebih tinggi kafein dan polifenol daripada teh hijau biasa," kata Dr Hu.

Berapa Banyak Teh yang Sebaiknya Diminum?

Menurut Dr Hu, manfaat teh diperoleh dengan minum 2-4 cangkir teh hijau, teh oolong, atau teh hitam setiap hari.

Kendati demikian, manfaat teh tidak selalu optimal. Jika teh ditambahkan banyak pemanis dan krim, asupan kalori, lemak, dan gula akan meningkat. Bagi seseorang yang mengidap insomnia atau memiliki detak jantung tidak teratur, kafein dalam teh bisa memicu gejala. Namun secara umum, teh merupakan bagian dari pola makan yang sehat.

"Dan teh memberikan kenyamanan," kata Dr Hu.

"Ada sesuatu tentang kenikmatan minum teh yang patut dipertimbangkan," lanjutnya.

Teh Boleh Diberikan ke Anak?

Spesialis gizi klinik dr Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, mengatakan pemberian teh kepada anak bisa mengganggu penyerapan zat besi. Sebab, anak masih berada dalam masa tumbuh kembang sehingga berisiko lebih besar mengalami anemia.

"Teh mengandung senyawa bernama tanin. Tanin ini dapat mengikat zat besi dalam makanan yang kita konsumsi, sehingga penyerapan zat besi dalam tubuh kita menjadi kurang," ucap dr Raissa kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sebenarnya tubuh anak dan orang dewasa memiliki respons yang sama terhadap kandungan tanin dalam teh. Namun, orang dewasa memiliki kondisi tubuh yang lebih matang, sedangkan anak lebih rentan mengalami anemia dan gangguan pertumbuhan.

"Hal ini juga berpengaruh terhadap kecerdasan IQ seorang anak. Selain itu, anak-anak yang kekurangan zat besi juga biasanya lebih mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya lebih rendah," jelas dr Raissa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: