PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Cara Mencegah Serangan Virus Kuning pada Cabai Rawit

Cara Mencegah Serangan Virus Kuning pada Cabai Rawit

Cara Mencegah Tanaman Cabai Kuning -tangkapan layar -

Pada fase vegetatif, daun tanaman cabai masih tergolong muda dan sangat rentan terhadap serangan kutu kebul, serangga kecil yang menjadi pembawa utama virus gemini. Inilah tahap paling krusial yang sering menentukan berhasil tidaknya budidaya cabai rawit di dataran rendah. Namun, Mbah Wiyan memiliki cara tersendiri dalam menjaga tanamannya tetap sehat dan tumbuh optimal meskipun berada di lahan tanah liat bekas galian batu bata. Langkah pertama yang dilakukan Mbah Wiyan adalah pemupukan rutin menggunakan NPK dengan cara dikocor. Dosis dimulai dari 2 kg pada awal tanam, kemudian secara bertahap ditingkatkan hingga 30 kg pada akhir pengocoran, dilakukan setiap 10 hari sekali. Setelah pemupukan, tanaman dikocor kembali menggunakan air biasa setiap 5 hari sekali. Cara ini sangat penting karena tanah liat memiliki kadar kelembapan tinggi namun cepat mengeras saat kering, sehingga penyiraman rutin membantu menjaga ketersediaan air di zona akar dan mencegah tanaman layu permanen akibat kekurangan air.

 

Perawatan Fase Generatif

 

Memasuki fase generatif, perhatian Mbah Wiyan beralih dari pembentukan daun ke pemeliharaan bunga dan pembesaran buah.

Di tahap ini, tanaman mulai membutuhkan unsur kalium dalam jumlah lebih tinggi untuk menunjang proses pembentukan buah dan menjaga kualitas hasil panen.

Namun, yang menarik, Mbah Wiyan tetap berpegang pada prinsip perawatan sederhana dan terukur.

Penyemprotan tetap dilakukan menggunakan Morden Fol dan Vitaron SL, menjaga keseimbangan unsur mikro yang membantu memperkuat jaringan tanaman dan daun agar tetap sehat hingga panen.

Setelah tanaman mulai berbuah, Mbah Wiyan menambahkan Kalinet sebanyak 2 tutup per tangki, disemprot setiap 5 hari sekali.

Hasilnya, buah cabai tampak bening, mengkilap, dan padat, ciri khas tanaman yang mendapatkan suplai nutrisi seimbang dan fotosintesis optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: