3 Tips Jalani Ramadan versi Slow Living
Living Show Puasa Ramadhan -tangkapan layar -
Masih banyak orang beli/membuat makanan dalam jumlah berlebih saat berbuka puasa dan ujung-ujungnya terbuang percuma. Dalam kondisi puasa, saat perut lapar dan tenggorokan menahan dahaga, memang ingin kita merasakan semua makanan yang ada di depan mata.
Akan tetapi, kita juga harus sadar bahwa itu hanya keinginan palsu. Nyatanya, setelah berbuka kita sering tidak menghabiskan makanan yang sudah dibuat/dibeli. Kalaupun habis, dampaknya selalu tidak baik, perut begah, mual, dan akhirnya mengganggu ibadah.
Tips menghindari berbuka yang berlebihan adalah dengan membatasi diri kita sendiri, membatasi untuk tidak membeli makanan dalam jumlah banyak misalnya, atau membatasi diri untuk tidak selalu pergi keluar rumah setiap jelang waktu buka puasa.
3. Detoks Media Sosial
Salah satu kunci kehidupan slow living adalah bijak dalam menggunakan media sosial. Saat ini, utamanya bulan puasa, media sosial diibaratkan sebagai pisau bermata dua, artinya bisa memiliki dampak yang positif atau negatif.
Dampak positif media sosial saat bulan Ramadan di antaranya adalah untuk media promosi dan informasi.
Di samping itu, ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan.
Misalnya, budaya bukber atau buka bersama yang kini lebih terlihat sebagai kegiatan adu outfit dibandingkan dengan menyambung tali persaudaraan.
Tren makanan atau pakaian yang juga membuat gaya hidup makin konsumtif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
