PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Fast Charging Mobil Listrik: Solusi Pengisian Cepat, Manfaat, Risiko, dan Biaya Terbaru di Indonesia

Fast Charging Mobil Listrik: Solusi Pengisian Cepat, Manfaat, Risiko, dan Biaya Terbaru di Indonesia

Fast Charging Mobil Listrik: Solusi Pengisian Cepat, Manfaat, Risiko, dan Biaya Terbaru di Indonesia--

3. Dukungan Infrastruktur yang Semakin Luas

SPKLU dengan fasilitas fast charging kini semakin banyak tersedia di kota-kota besar Indonesia. Kehadiran infrastruktur ini membuat pengalaman berkendara mobil listrik semakin nyaman dan praktis.

Risiko Menggunakan Fast Charging Secara Terus-Menerus

Meski menawarkan banyak manfaat, penggunaan fast charging mobil listrik secara berlebihan juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

1. Biaya Lebih Mahal

Dibandingkan pengisian daya di rumah menggunakan listrik standar (slow charging), biaya fast charging di SPKLU umumnya lebih tinggi. Tarif dasar pengisian listrik berkisar Rp2.466 per kWh, dengan tambahan biaya layanan fast charging sekitar Rp25 ribu per sesi pengisian.

2. Potensi Penurunan Umur Baterai

Pengisian daya cepat menghasilkan panas lebih tinggi. Dalam jangka panjang, panas berlebih dapat mempercepat degradasi sel baterai dan mengurangi umur pakainya.

3. Penurunan Kapasitas Baterai

Jika terlalu sering menggunakan fast charging hingga 100 persen, kapasitas baterai dapat menurun lebih cepat. Akibatnya, jarak tempuh kendaraan tidak lagi optimal seperti saat kondisi baterai masih prima.

Tips Aman Menggunakan Fast Charging Mobil Listrik

Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa mengorbankan daya tahan baterai, berikut beberapa tips menggunakan fast charging mobil listrik secara bijak:

Gunakan fast charging hanya saat diperlukan, misalnya ketika sedang bepergian jauh.

Hindari mengisi daya hingga 100 persen dengan fast charging; idealnya cukup sampai 80 persen.

Perhatikan suhu baterai dan lingkungan. Jangan melakukan pengisian cepat saat kondisi terlalu panas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: