PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Waspada Virus Nipah: Bahaya Penularan dari Babi dan Kelelawar

Waspada Virus Nipah: Bahaya Penularan dari Babi dan Kelelawar

Waspada Virus Nipah: Bahaya Penularan dari Babi dan Kelelawar-foto :tangkapan layar/youtube-

Konsumsi makanan bergizi

Istirahat cukup dan menjaga daya tahan tubuh

Riwayat Kasus Virus Nipah

Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998–1999 dan terkait dengan babi. Sejak itu, virus ini tercatat muncul di beberapa negara Asia, termasuk Bangladesh dan India. Di India, kasus virus Nipah pernah muncul pada 2013, 2015, 2018, dan 2023. Lockdown serta karantina ketat pernah diterapkan untuk mencegah penyebaran. Kasus terbaru menunjukkan jumlah pasien terkonfirmasi masih terbatas, namun kewaspadaan tetap tinggi karena risiko penularan berkelanjutan.

Strategi Penanggulangan dan Pengawasan WHO

WHO menempatkan virus Nipah sebagai salah satu penyakit yang memerlukan penelitian mendalam karena potensi penyebaran dan tingkat kematian tinggi (40–75%). Hingga kini, pengendalian dilakukan melalui containment at the source, yaitu mengendalikan penyakit sejak muncul di sumber awal agar tidak berkembang menjadi wabah atau pandemi.

Saran untuk Masyarakat

Tetap ikuti perkembangan informasi dari sumber resmi terkait penyebaran virus Nipah

Hindari bepergian ke daerah dengan risiko tinggi tanpa alasan penting

Terapkan kebiasaan sehat, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan

Perhatikan riwayat kontak dengan orang atau hewan yang dicurigai terinfeksi

Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko penyebaran virus Nipah dapat diminimalkan, dan potensi terjadinya wabah di luar negara terdampak dapat dikendalikan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: