RESMI! VinFast Mulai Produksi di Subang Maret 2026, Wuling dan BYD Terancam
RESMI! VinFast Mulai Produksi di Subang Maret 2026, Wuling dan BYD Terancam-foto :tangkapan layar/youtube-
Kualitas rakitan lokal menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan konsumen. Jika kualitas produksi Subang mampu menyamai atau melampaui unit impor, perang harga dan fitur dipastikan akan memanas pada 2026.
Dampak Ekonomi Lokal dan Peningkatan TKDN
Operasional pabrik akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). VinFast diwajibkan memenuhi target TKDN minimal 40% untuk mendapatkan insentif pajak.
Peluang bagi Industri Komponen Lokal
Vendor lokal berpeluang memasok kaca, ban, jok, kabel, dan komponen interior, menghidupkan industri tier 2 dan tier 3 di Jawa Barat.
Tantangan Infrastruktur Pengisian Daya
Ketersediaan charging station menjadi tantangan utama. VinFast harus memastikan kompatibilitas CCS2 dan memperluas jaringan SPKLU agar mobil listriknya dapat digunakan sebagai kendaraan utama, bukan sekadar mobil kedua.
Strategi Ekspor dari Subang
Pabrik Subang dirancang sebagai basis ekspor kendaraan setir kanan. Pasar potensial meliputi Australia, Malaysia, Thailand, hingga Afrika Selatan, guna memastikan utilisasi kapasitas produksi tetap optimal.
Peran Ekspor terhadap Stabilitas Bisnis VinFast
Ekspor memberikan pendapatan valuta asing dan melindungi VinFast dari fluktuasi permintaan domestik. Keberhasilan ekspor dari Subang akan menjadi bukti kualitas manufaktur Indonesia di mata global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
