RADARLEBONG.ID - Motor bebek lawas kembali diminati pelajar dan mahasiswa sebagai kendaraan harian yang menawarkan tampilan berbeda.
Model keluaran era 1990-an hingga awal 2000-an dinilai memiliki karakter visual kuat, konsumsi bahan bakar efisien, serta ruang modifikasi yang luas.
Tren ini muncul di tengah dominasi motor matik dengan desain futuristis di area parkir kampus.
Bagi sebagian anak muda, motor klasik bukan hanya alat transportasi, melainkan sarana menampilkan selera dan identitas pribadi.
BACA JUGA:Kawasaki Z125 Pro 2027 Hadir dengan Warna Baru, Harga Rp 69 Jutaan
Motor bebek bertransmisi manual atau semi-otomatis juga masih menarik karena konstruksi mesinnya relatif sederhana. Namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi mesin, kelistrikan, pengereman, serta ketersediaan komponen sebelum membeli unit bekas.
Honda Astrea Grand dan Impressa
Honda Astrea Grand dikenal luas sebagai motor bebek populer pada era 1990-an, dengan desain bodi mengotak yang mudah dikenali. Mesin 4-tak 100cc dan transmisi semi-otomatis empat percepatan menjadi alasan model ini kerap dipilih untuk penggunaan harian.
Yamaha F1ZR
Yamaha F1ZR atau Fiz-R menjadi pilihan bagi penggemar motor 2-tak yang menginginkan respons gas cepat dan suara mesin khas. Motor berkapasitas 110cc ini memiliki desain bodi agresif dan sering dijadikan basis restorasi warna pabrikan atau gaya balap era 2000-an.
Suzuki Shogun 110 dan Shogun Kebo
Suzuki Shogun generasi awal, termasuk varian yang dijuluki Shogun Kebo, dikenal memiliki bodi lebih gempal dibanding sejumlah pesaingnya.