Tutup pintu dan jendela ruangan tersebut serta pilih lokasi yang jauh dari dapur atau area merokok. Ruangan tetap harus memiliki akses pintu yang mudah dibuka untuk menghadapi keadaan darurat.
3. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA
Air purifier dapat membantu mengurangi partikel asap yang telah beredar di dalam ruangan. Perangkat sebaiknya ditempatkan di ruang yang paling sering digunakan atau di area perlindungan keluarga. Pilih alat dengan filter high-efficiency particulate air atau HEPA dan kapasitas yang sesuai dengan luas ruangan. Filter perlu diperiksa, dibersihkan, atau diganti mengikuti petunjuk produsen agar kinerjanya tetap terjaga.
Kemampuan tiap alat berbeda bergantung pada jenis filter, kapasitas penyaringan, dan ukuran ruangan. Penggunaan alat ini tetap perlu disertai langkah lain karena tidak otomatis menghilangkan seluruh gas berbahaya maupun bau dari asap.
4. Kurangi Sumber Polusi dari Dalam Rumah
Selama udara luar buruk, kegiatan yang menghasilkan asap atau partikel tambahan perlu dibatasi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau EPA menyarankan untuk menghindari merokok dan penggunaan rokok elektronik di dalam rumah. Pembakaran lilin dan dupa juga sebaiknya dihentikan sementara karena dapat menghasilkan partikel di udara. Produk aerosol, termasuk pembersih dan pengharum ruangan berbentuk semprot, perlu digunakan secara terbatas.
Penggunaan vacuum cleaner biasa dapat membuat partikel halus kembali beterbangan di dalam ruangan.
Untuk membersihkan lantai dan furnitur, kain lembap atau pel dapat digunakan agar debu lebih mudah terangkat.