1. Kontaminan dalam Bubuk
Karena matcha terbuat dari daun teh utuh yang digiling, Anda mungkin menelan semua yang diserap tanaman, termasuk logam berat, pestisida, dan fluorida dari tanah.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Perlindungan Konsumen dan Keamanan Pangan memperingatkan bahwa matcha mungkin mengandung jejak kontaminan tersebut, terutama jika bersumber dari daerah yang tercemar.
2. Toksisitas Hati dan Ginjal
Matcha mengandung antioksidan sekitar tiga kali lebih banyak daripada teh hijau berkualitas tinggi. Menurut sebuah studi oleh Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal, mengonsumsi katekin dalam kadar tinggi, antioksidan yang ditemukan dalam matcha bisa menyebabkan gejala seperti mual dan, dalam beberapa kasus, masalah hati atau ginjal. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Ahli Gizi Vidhi Chawla, moderasi adalah kuncinya.
Manfaat matcha memang nyata, tetapi risikonya juga tinggi jika dikonsumsi berlebihan.
3. Peningkatan Tekanan Darah
Meskipun teh hijau sering dipromosikan untuk kesehatan jantung, tetapi bisa meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang.