Pemerintah Targetkan 16.557 Sekolah Terima Akses Internet pada 2026

Minggu 05-07-2026,15:20 WIB
Reporter : Redaksi Radar Lebong
Editor : Redaksi Radar Lebong

RADARLEBONG.ID-Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menargetkan sebanyak 16.557 satuan pendidikan untuk menerima akses internet pada 2026.

Hal itu dilakukan dengan penguatan konektivitas internet dan pengembangan ekosistem pembelajaran digital, transformasi pendidikan diharapkan berjalan lebih merata. Tidak hanya di sekolah-sekolah perkotaan, tetapi juga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Menurut Qodari, seluruh satuan pendidikan wajib memiliki akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berbasis teknologi.

"Dalam hal konektivitas internet, untuk dukungan Program Digitalisasi Pembelajaran, pada 2025 tercatat sebanyak 8.265 sekolah jadi penerima akses internet,” ucap Qodari dikutip Jumat (3/7).

BACA JUGA:PermenPANRB Terbit, Ini 13 Penyebab PPPK Paruh Waktu Dipecat

“Dalam perencanaan 2026, sebanyak 16.557 satuan pendidikan menjadi target pemenuhan akses internet," lanjutnya. 

Qodari menuturkan , perluasan akses internet menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pembelajaran berbasis teknologi. Saat ini sebagian besar satuan pendidikan di Indonesia telah terkoneksi internet, meski masih terdapat sekolah yang menjadi prioritas perluasan jaringan.

"Secara nasional, 77 persen satuan pendidikan di Indonesia saat ini telah memiliki akses internet, sementara 23 persen lainnya masih belum terjangkau dan menjadi fokus perhatian ke depan," kata dia.

Selain memperkuat konektivitas, pemerintah juga terus mengembangkan pemanfaatan platform pembelajaran digital melalui Ekosistem Rumah Pendidikan yang merupakan platform terpadu untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan digital.

"Ini adalah bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi pembelajaran dan penguatan layanan pendidikan berkualitas," tutur Qodari.

Dia menambahkan, integrasi berbagai layanan digital terus dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperoleh layanan yang lebih efektif dan mudah diakses.

“Melalui integrasi berbagai layanan pendidikan digital, termasuk bergabungnya Ruang GTK ke dalam Rumah Pendidikan sejak Juni 2026,” tambahnya.

 

Kategori :