RADARLEBONG.ID - BYD M6 DM menarik perhatian karena hadir sebagai varian baru dari M6 yang membawa teknologi plug-in hybrid atau PHEV.
Kehadirannya membuat MPV ini menempuh jarak lebih jauh, bahkan diklaim mampu melampaui 1.000 km.
Langkah ini juga menandai perubahan penting bagi M6, karena model ini menjadi BYD pertama yang bukan mobil listrik murni di Indonesia.
Selama ini BYD lebih dikenal lewat jajaran BEV, sementara pasar PHEV juga makin diminati konsumen dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA:Voge CU530 2026: Cruiser Baru Ini Tampil Makin Sangar Dengan Harga Masuk Akal
Secara desain, BYD M6 DM masih mempertahankan banyak elemen dari M6 BEV. Lampu depan terlihat tidak banyak berubah, begitu juga bagian samping dan belakang yang tetap familier. BYD membekali M6 DM dengan teknologi DM-i atau Dual Mode. Sistem ini dirancang untuk memberi efisiensi bahan bakar sekaligus memperpanjang jarak tempuh pada mobil plug-in hybrid.
Di balik kapnya, mobil ini memakai mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik serta baterai Blade.
Selain mengandalkan mesin bensin dan motor listrik secara bergantian, BYD M6 DM juga bisa berjalan dengan tenaga listrik murni. Dalam mode EV, jarak tempuhnya sekitar 105 km.
Ketika kedua sumber tenaga dipakai bersama, total jarak tempuhnya bisa menembus 1.000 km tanpa perlu mengisi bensin atau baterai. Untuk sebuah MPV, kemampuan seperti ini memberi nilai tambah yang kuat di mata konsumen. MPV sendiri masih menjadi salah satu jenis mobil paling diunggulkan di Indonesia. Alasannya sederhana, karena mobil seperti ini bisa memuat banyak penumpang dan cocok untuk kebutuhan keluarga.
Hingga saat ini, BYD belum mengumumkan harga resmi M6 DM. Kondisi itu membuat posisi pasar model ini masih terbuka, terutama jika harganya nanti dibuat lebih terjangkau dibanding versi BEV.