BANDUNG.RADARLEBONG.ID- Manajemen Persib Bendung harus merogoh kocek yang sangat besar untuk membayar sanksi denda selama satu musim di dua kompetisi yang dijalani. Skuad berjuluk Maung Bandung itu terhitung beberapa kali mendapatkan sanksi denda yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan AFC.
Penyebab sanksinya pun beragam, tetapi didominasi ulah buruk suporter Bobotoh, seperti melempar air mineral, menyalakan petasan hingga suar atau flare, hingga suporter yang nekat masuk ke lapangan.
Terbaru, Persib harus membayar denda Rp455 juta akibat ulah Bobotoh dalam dua pertandingan Super League berbeda, yakni saat melawan Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan mengatakan, timnya mengalami kerugian finansial yang sangat besar akibat tindakan buruk suporter.
Nominalnya tidak sedikit, yakni Rp5 miliar lebih dana yang harus dikeluarkan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk membayar sanksi di sepanjang musim ini.
"Denda itu total kalau dari awal musim kami hitung-hitung tuh mungkin sudah lebih dari 5 M," kata Adhitia di Bandung, Rabu (20/5/2026). Adhitia pun menyayangkan aksi buruk Bobotoh di stadion yang justru merugikan tim.
Kata dia, dengan uang miliaran rupiah itu sebenarnya bisa dipakai untuk memperbaiki fasilitas stadion dan rumput yang selama ini masih jadi keluhan.
"Rp5 M itu biaya yang bisa digunakan untuk ngerapihin lapangan dari nol, dicopot semua diganti yang baru, yang paling bagus, itu Rp5 M cukup, teapi ya sudahlah," ungkapnya.
Maka dari itu, Adhitia meminta kepada Bobotoh untuk lebih bijak di laga terakhir Persib melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Jangan sampai insiden memalukan seperti musim lalu terulang lagi dan kembali merugikan Persib.
Terlebih, Persib dipastikan akan kembali bertarung di kompetisi Asia, musim depan.
"Untuk tanggal 23 nanti itu adalah hajat dan perayaan kita semua. Utamakan keselamatan, dan selama proses perayaan tolong ikuti aturan dan regulasi yang ada," ujarnya.
"Kami sangat melarang adanya flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala," pungkasnya.