LEBONG.RADARLEBONG.ID - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada 7 Mei 2026 lalu menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah wilayah. Sedikitnya tujuh kecamatan terdampak akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mencatat sebanyak 56 rumah warga mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
Selain rumah warga, infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan serius akibat terjangan banjir dan longsor.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Lebong, kerusakan tersebar di beberapa titik yang berada di wilayah rawan bencana. Di Kecamatan Rimbo Pengadang, dua titik longsor dilaporkan terjadi di Kelurahan Rimbo Pengadang.
Material longsor menutupi sebagian akses jalan warga dan menghambat mobilitas masyarakat. Tidak jauh dari lokasi tersebut, ruas jalan di Desa Talang Ratu mengalami amblas akibat tergerus derasnya aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Topos. Jalan kabupaten yang berada di Desa Tik Sirong dilaporkan putus sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama akses distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga. Sejumlah warga di wilayah terdampak mengaku kesulitan melakukan perjalanan karena akses utama menuju desa terputus.
Selain merusak jalan dan permukiman, banjir yang dipicu meluapnya Sungai Ketahun juga menghancurkan sejumlah jembatan penghubung antardesa.
BPBD mencatat sedikitnya lima jembatan mengalami kerusakan berat. Jembatan tersebut berada di Desa Selebar Jaya dan Desa Talang Bunut, Kecamatan Amen, kemudian Jembatan Punguk Pedaro dan jembatan di Desa Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning, serta jembatan di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Lebong Sakti.
Seluruh jembatan yang terdampak dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Beberapa bagian jembatan mengalami patah, pondasi terkikis arus sungai, hingga tidak dapat lagi digunakan masyarakat.
Kerusakan ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga, khususnya petani yang menggunakan akses jembatan untuk menuju area perkebunan dan lahan pertanian. Sejumlah warga kini harus memutar jauh untuk mencapai kebun maupun pusat aktivitas ekonomi.
Tidak hanya infrastruktur, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan rumah warga. Dari 56 rumah yang terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan berat.
Beberapa rumah dilaporkan ambruk akibat derasnya arus banjir, sementara sebagian lainnya kehilangan bagian dapur karena terseret air. Kondisi rumah yang rusak berat membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah keluarga maupun tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan di lapangan mengingat kemungkinan jumlah kerusakan masih dapat bertambah. Tim BPBD bersama aparat terkait juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir dan longsor untuk mengantisipasi bencana susulan.