Eksion menjadi mobil kedua Wuling yang memakai platform terbaru yang juga digunakan Darion. Meski berbagi basis, model ini dibuat lebih kompak dan memiliki ground clearance lebih tinggi untuk mendukung penggunaan harian.
Dari sisi dimensi, Eksion memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Wuling juga membedakan versi PHEV dan EV lewat tampilan bumper depan serta desain pelek alloy.
Masuk ke kabin, Wuling mengombinasikan warna Walnut Brown dan Carbon Black untuk memberi kesan hangat dan modern. Fitur yang disiapkan juga cukup lengkap, termasuk pengaturan jok elektrik di baris depan dan ventilated seat di kursi depan.
Eksion turut dibekali Electric Panoramic Roof, material soft touch pada dasbor, layar utama 12,8 inci, serta MID TFT 8,8 inci di balik setir. Di konsol tengah juga tersedia wireless charging untuk perangkat seluler.
Versi PHEV mengandalkan mesin hybrid 1.5 L dan baterai 20,5 kWh. Wuling mengklaim kombinasi itu sanggup menempuh jarak lebih dari 1.000 km berdasarkan siklus CLTC saat baterai dan tangki bensin terisi penuh.
Sementara itu, Eksion EV memakai baterai 69,2 kWh dan motor listrik 150 kW. Varian listrik penuh ini diklaim memiliki torsi 310 Nm dan jarak tempuh hingga 530 km berdasarkan CLTC. Wuling membuka harga Eksion mulai dari Rp 389 juta untuk 2 ribu konsumen pertama. Skema harga ini membuat model elektrifikasi keluarga tersebut tampil agresif di tengah persaingan SUV ramah lingkungan.
Adapun rincian harga yang diumumkan adalah Wuling Eksion EV CE Rp 389 juta, EV EX Rp 459 juta, PHEV CE Rp 449 juta, dan PHEV EX Rp 499 juta.