Pasca Lebaran 2026, Harga Bapokting di Lebong Turun dan Kembali Stabil

Kamis 02-04-2026,14:29 WIB
Reporter : Adrian Roseple
Editor : Reni Apriani

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Perkembangan harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, menunjukkan tren positif pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Dalam sepekan terakhir, sejumlah komoditas utama seperti cabai, bawang, dan daging sapi dilaporkan mengalami penurunan harga setelah sempat melonjak menjelang Lebaran.

Kepala UPTD Pasar Rakyat Lebong, Heni Natalia, SE, menyampaikan bahwa kondisi ini merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap tahun setelah hari besar keagamaan.

Menurutnya, lonjakan harga menjelang Lebaran disebabkan tingginya permintaan masyarakat, sedangkan setelah perayaan usai, harga akan berangsur turun dan kembali stabil. 

"Sejak satu pekan terakhir sejumlah harga bapokting di Kabupaten Lebong mulai turun dibandingkan dengan harga satu pekan menjelang Lebaran," ujarnya, Selasa (31/3).

Adapun rincian harga terbaru di pasar menunjukkan bahwa cabai rawit dan cabai setan kini berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih tercatat Rp 36 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 40 ribu per kilogram. Untuk komoditas protein hewani, daging sapi segar dijual Rp 130 ribu per kilogram. Selain itu, harga tomat berada di angka Rp 8 ribu per kilogram, sedangkan kentang dijual Rp 10 ribu per kilogram.

Penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting yang kini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram. Meski demikian, beberapa komoditas lainnya terpantau relatif stabil tanpa mengalami kenaikan maupun penurunan signifikan. Stabilitas ini dinilai sebagai sinyal positif bagi daya beli masyarakat pasca Lebaran.

Heni Natalia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi stabilnya harga bahan pokok di Kabupaten Lebong. Pertama, menurunnya tingkat konsumsi masyarakat setelah puncak kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri. Kedua, meningkatnya pasokan barang di pasar yang berasal dari distribusi luar daerah serta hasil panen petani lokal yang mulai melimpah.

"Kondisi pasokan yang cukup membuat harga lebih terkendali. Selain itu, aktivitas distribusi juga sudah kembali normal setelah sempat padat menjelang Lebaran," jelasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa peran petani lokal sangat membantu menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut.

Meski harga saat ini cenderung stabil, pemerintah daerah melalui UPTD Pasar Rakyat Lebong tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga di masa mendatang. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai, yang dikenal memiliki fluktuasi harga cukup tinggi.

Heni memprediksi bahwa harga cabai berpotensi kembali mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta kemungkinan adanya gangguan pasokan akibat faktor cuaca atau distribusi. 

"Harga cabai merah keriting memang cenderung naik turun. Kami perkirakan akan kembali melambung saat memasuki Idul Adha mendatang," ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan di pasaran. Pemerintah daerah juga diharapkan terus menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman.

"Dengan kondisi harga yang mulai stabil ini, diharapkan perekonomian masyarakat Lebong dapat kembali berjalan normal setelah tekanan harga selama periode Lebaran," pungkasnya.

Kategori :