Sempat Jatuh Saat Puasa, Harga Biji Kopi Kering Lebong Kembali Menguat

Senin 30-03-2026,17:29 WIB
Reporter : Adrian Roseple
Editor : Reni Apriani

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Harga biji kopi kering di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini menunjukkan tren pemulihan setelah sempat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kopi kini berada di kisaran Rp 47 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap setelah sebelumnya harga sempat menyentuh titik terendah di angka Rp 42 ribu per kilogram pada pertengahan bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Penurunan harga kopi tersebut terjadi bukan tanpa sebab. Pada awal tahun 2026, harga biji kopi kering di Kabupaten Lebong bahkan sempat mencapai Rp 54 ribu per kilogram.

Namun, memasuki pertengahan Februari, harga mulai mengalami penurunan yang berlanjut hingga bulan puasa. Kondisi ini diperparah dengan melemahnya aktivitas perdagangan, terutama dari para pelaku ekspor dan gudang besar yang memilih menghentikan sementara operasionalnya selama Ramadan.

BACA JUGA:Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran, Pemkab Lebong Optimistis PAD 2026 Tembus Target

Dahrul (45), salah satu pengepul biji kopi di Kabupaten Lebong, menjelaskan bahwa lesunya aktivitas ekspor menjadi faktor utama anjloknya harga kopi saat itu. Menurutnya, banyak gudang besar serta eksportir yang mengurangi bahkan menghentikan pembelian selama bulan puasa, sehingga permintaan terhadap kopi dari petani menurun drastis. Hal ini berdampak langsung pada harga di tingkat pengepul maupun petani.

"Pada saat bulan puasa, banyak gudang tutup sementara dan eksportir juga berhenti beroperasi. Akibatnya, permintaan turun dan harga ikut merosot hingga Rp 42 ribu per kilogram," ujar Dahrul.

Namun, seiring berakhirnya Ramadan dan mulai normalnya aktivitas perdagangan, harga kopi kini perlahan merangkak naik. Dahrul menyebutkan bahwa saat ini harga tertinggi mencapai Rp 48 ribu per kilogram, khusus untuk biji kopi dengan kualitas terbaik. Sementara itu, kopi dengan kualitas medium hingga rendah masih dihargai di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 47 ribu per kilogram, tergantung kondisi dan mutu biji kopi yang dihasilkan.

"Kenaikan harga kopi ini disambut positif oleh para petani. Meski belum kembali ke harga tertinggi sebelumnya, tren kenaikan ini memberikan harapan akan membaiknya kondisi pasar," tambahnya. 

Lebih lanjut, Dahrul memprediksi bahwa harga kopi masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Ia optimistis bahwa setelah momentum Lebaran usai dan aktivitas ekspor kembali berjalan normal, harga kopi dapat menembus angka Rp 50 ribu per kilogram atau bahkan lebih.

Ia juga menambahkan dengan adanya tren pemulihan ini, para pelaku usaha berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar. Langkah ini dinilai penting agar komoditas kopi Lebong tetap kompetitif dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani serta seluruh rantai pasok yang terlibat.

"Kalau aktivitas eksportir sudah normal kembali setelah Lebaran, kemungkinan harga bisa naik lagi di atas Rp50 ribu per kilogram," tambahnya. 

 

Kategori :