LEBONG.RADARLEBONG.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, harga daging sapi di Lebong mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga daging sapi kini mencapai Rp160 ribu per kilogram.
Kenaikan ini cukup tajam dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Lonjakan harga mulai dirasakan masyarakat dalam sepekan terakhir.
Kenaikan harga daging sapi ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Momen hari raya identik dengan berbagai hidangan berbahan dasar daging, seperti rendang, gulai, dan semur.
Kondisi ini membuat konsumsi daging sapi meningkat tajam, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. Tingginya permintaan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai di pasaran.
BACA JUGA:Libur Lebaran 2026, Dukcapil Lebong Tetap Layani Adminduk Secara Online
Seorang pedagang daging di Pasar Muara Aman, Frengki (47), mengungkapkan bahwa keterbatasan stok menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga.
Ia menjelaskan bahwa jumlah sapi potong yang masuk ke wilayah Lebong menurun dibandingkan hari-hari biasa. Selain itu, sebagian pasokan harus didatangkan dari luar daerah, yang secara otomatis menambah biaya operasional.
"Permintaan naik drastis, tapi stok terbatas. Kami juga ambil dari luar daerah, jadi harga ikut naik," ujar Frengki.
Ia menambahkan, kondisi ini sudah mulai terjadi sejak awal pekan dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati hari Lebaran. Selain faktor pasokan dan permintaan, biaya distribusi turut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Kondisi geografis Kabupaten Lebong yang didominasi wilayah perbukitan menyebabkan biaya transportasi menjadi lebih tinggi. Apalagi menjelang arus mudik, biaya angkut barang cenderung meningkat akibat tingginya mobilitas kendaraan dan kebutuhan logistik.
Dari sisi konsumen, kenaikan harga ini dirasakan cukup memberatkan. Rafindo (36), warga Amen, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian daging sapi untuk kebutuhan Lebaran tahun ini. Meski demikian, ia tetap berusaha membeli daging karena sudah menjadi tradisi keluarga saat merayakan Idul Fitri.
"Memang mahal, tapi tetap beli walaupun tidak banyak. Paling satu atau dua kilo saja untuk Lebaran. Mudah-mudahan harga daging dapat kembali stabil setelah perayaan hari raya usai," tandasnya.