RADARLEBONG.ID - Belanja lewat media sosial kini menjadi kebiasaan baru. Banyak pelaku usaha kecil hingga brand besar memanfaatkan fitur pesan langsung atau direct message (DM) untuk melayani pembeli secara personal.
Namun di balik kemudahan itu, penipuan jual beli lewat DM juga semakin marak.
Tak sedikit korban yang mengaku awalnya percaya karena komunikasi terlihat meyakinkan.
Harga terasa masuk akal, admin responsif, bahkan testimoni tampak ramai. Sampai akhirnya uang ditransfer dan barang tak pernah dikirim.
BACA JUGA:Estimasi Biaya Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi 2026
Fenomena ini banyak terjadi di platform seperti Instagram, yang memungkinkan transaksi berlangsung tanpa sistem perlindungan pembeli seperti di marketplace resmi.
Lalu bagaimana cara menghindari penipuan jual beli lewat DM? Apa saja ciri-ciri penipuan Instagram yang wajib dikenali? Berikut laporan lengkapnya. Transaksi lewat DM terasa cepat dan praktis. Tidak perlu checkout, tidak perlu sistem rumit. Namun justru di situlah celahnya.
Berbeda dengan marketplace yang memiliki sistem rekening bersama, transaksi lewat DM umumnya dilakukan melalui transfer langsung ke rekening pribadi. Artinya, tidak ada pihak ketiga yang menjamin keamanan dana.
Selain itu, pola konsumsi digital masyarakat yang cenderung impulsif juga dimanfaatkan pelaku kejahatan. Diskon besar, promo terbatas, atau barang langka sering dijadikan umpan agar korban segera mentransfer uang tanpa berpikir panjang.
Tidak semua akun yang berjualan lewat DM adalah penipu. Namun ada sejumlah pola yang berulang dalam banyak kasus.