Fenomena Gerhana Bulan Total Super Blood Moon Terlihat di Indonesia

Rabu 04-03-2026,16:33 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

RADARLEBONG.ID-Fenomena gerhana bulan total Super Blood Moon terlihat di Indonesia sebagai satu-satunya gerhana bulan 2026. Manado, Sulawesi Utara jadi lokasi terbaik pengamatan, sementara daerah lain terhalang cuaca. Simak detail perubahan warna bulan merah saat fase puncak gerhana.

Gerhana Bulan Total Super Blood Moon Hiasi Langit Indonesia

Fenomena langit langka berupa gerhana bulan total Super Blood Moon menghiasi langit Indonesia dan menjadi satu-satunya peristiwa gerhana bulan yang terjadi sepanjang 2026. Peristiwa astronomi ini dapat diamati secara langsung di sebagian wilayah Tanah Air, memberikan kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan perubahan visual yang dramatis pada satelit alami Bumi.

Gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Dalam fase inilah, Bulan tampak berubah warna menjadi merah tembaga, yang dikenal sebagai fenomena Blood Moon.

BACA JUGA:Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Indonesia, Cara Melihat Blood Moon dan Tips

Daerah di Indonesia yang Dapat Mengamati Super Blood Moon

Manado, Sulawesi Utara Jadi Lokasi Pengamatan Terbaik

Salah satu wilayah yang dapat menikmati pemandangan gerhana Blood Moon dengan jelas adalah Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara. Kondisi langit yang mendukung memungkinkan masyarakat di daerah ini mengamati fase puncak gerhana secara optimal tanpa gangguan berarti.

Keberhasilan pengamatan di Manado menunjukkan pentingnya faktor geografis dan cuaca dalam menyaksikan fenomena astronomi. Wilayah dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya cenderung memberikan visibilitas lebih baik terhadap peristiwa langit seperti gerhana bulan total.

Sejumlah Wilayah Terhalang Kondisi Cuaca

Di sejumlah daerah lain di Indonesia, fenomena Super Blood Moon tidak dapat diamati secara maksimal akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Awan tebal dan langit mendung menjadi faktor utama yang menghalangi masyarakat untuk menyaksikan fase totalitas gerhana.

Cuaca cerah dan langit bebas awan menjadi syarat utama agar perubahan warna Bulan ke merah darah dapat terlihat jelas. Tanpa kondisi atmosfer yang mendukung, fase puncak gerhana sulit diamati meskipun secara astronomis sedang berlangsung.

Proses Terjadinya Perubahan Warna Bulan Menjadi Merah

Fase Puncak Gerhana Bulan Total

Perubahan warna Bulan menjadi merah terjadi saat memasuki fase puncak gerhana. Pada tahap ini, seluruh permukaan Bulan berada dalam bayangan inti Bumi. Meskipun terhalang dari sinar Matahari secara langsung, cahaya tetap mencapai Bulan melalui pembiasan di atmosfer Bumi.

Kategori :