Regulasi tidak mengizinkan sistem aerodinamika aktif seperti DRS di Formula 1. Namun, pembalap dapat “mengaktifkan” efek aerodinamika melalui pergerakan tubuh, selama tidak ada perangkat mekanis yang bergerak otomatis. Inovasi ini menjadi senjata penting dalam perang teknologi MotoGP modern.
Jorge Martin Jadi Pembalap Pertama yang Terjatuh
Insiden pertama musim ini melibatkan Jorge Martin di tikungan 12. Ia kehilangan grip bagian depan saat memasuki pit lane. Menariknya, Martin dengan sigap menahan kopling agar mesin tetap hidup, menyadari adanya regulasi baru terkait prosedur pasca-crash.
Tindakan cepat tersebut menunjukkan kesiapan mental dan pemahaman regulasi yang baik sejak awal musim. Tikungan 12 sendiri dikenal sebagai salah satu titik paling teknis dan rawan kesalahan di Buriram, terutama setelah sektor panjang sebelum garis finis.
Evaluasi Pabrikan: Ducati, KTM, Honda, dan Yamaha
Ducati Tetap Konsisten di Barisan Depan
Motor Ducati versi 2024 masih menjadi pilihan utama beberapa pembalap. Konsistensi performa dan keseimbangan paket teknis membuatnya tetap kompetitif menghadapi evolusi terbaru rival-rivalnya.
KTM Tunjukkan Potensi Kompetitif
Pedro Acosta menjadi satu-satunya pembalap non-Aprilia dan non-Ducati yang mampu mengganggu dominasi sepuluh besar. Hal ini mengindikasikan KTM memiliki modal kuat untuk bersaing di trek dengan karakter stop-and-go seperti Buriram.
Honda Mulai Bangkit
Honda terlihat sebagai pabrikan ketiga atau keempat terkuat pada sesi ini. Meski belum menyamai kecepatan Aprilia dan Ducati, peningkatan performa mulai terlihat dibanding musim sebelumnya.
Yamaha Masih Hadapi Tantangan
Yamaha menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama pada akselerasi panjang yang menghasilkan wheel spin berlebih. Tantangan utama mereka adalah menjaga daya saing dalam format mesin generasi terakhir 1000cc sebelum perubahan regulasi besar tahun depan.
Target Tinggi Aprilia di Buriram
Data historis menunjukkan Aprilia belum pernah meraih podium di Buriram. Pencapaian terbaik sebelumnya hanya finis kelima. Dengan performa FP1 yang kuat, target realistis mereka adalah mematahkan statistik tersebut akhir pekan ini.
Perbaikan pada manajemen panas mesin dan sistem pendinginan juga menjadi faktor penting, mengingat kondisi suhu ekstrem Thailand kerap menjadi kendala di masa lalu.