RADARLEBONG.ID-Hati-hati! 6 bunga menurut primbon Jawa ini bisa membuat rezeki seret. Pelajari cara menata rumah, mengganti tanaman, dan membuka pintu keberkahan dengan tanaman hidup, cahaya, dan kebersihan.
Bunga Kamboja: Harum Tapi Simbol Duka
Bunga Kamboja dikenal karena aromanya yang harum dan bentuknya yang cantik. Namun dalam primbon Jawa, Kamboja identik dengan kuburan, kematian, dan kesedihan.
Menempatkannya di depan pintu rumah dapat menimbulkan suasana muram yang tanpa disadari memengaruhi hati. Rumah yang terasa sunyi dan kurang semangat dapat membuat langkah hidup terasa berat, sehingga usaha menjadi lambat dan rezeki serasa sempit.
BACA JUGA:13 Pantangan Teras Rumah yang Membuat Hidup Susah dan Rezeki Seret
Kaktus dan Tanaman Berduri: Energi Keras Menghalangi Rezeki
Kaktus dan tanaman berduri sering dijadikan hiasan teras karena bentuknya unik dan perawatannya mudah. Namun dalam falsafah Jawa, duri melambangkan pertentangan, penolakan, dan energi keras. Rumah yang dipenuhi duri dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi tamu, mengurangi interaksi sosial, dan secara tidak langsung menutup pintu rezeki yang biasanya datang lewat silaturahmi atau peluang dari orang lain. Mengganti tanaman berduri dengan tanaman hijau berdaun lembut dapat menciptakan suasana rumah yang lebih ramah, teduh, dan mengundang keberkahan.
Bunga Benfel: Cantik Tapi Mudah Gugur
Bunga Benfel sering ditanam di pagar atau gerbang rumah karena warnanya yang cerah dan meriah. Namun bunga ini mudah rontok, sehingga halaman selalu kotor dan berantakan. Dalam primbon Jawa, bunga yang mudah gugur melambangkan sesuatu yang tidak menetap, mirip uang yang cepat habis. Melihat halaman yang berantakan setiap hari dapat menurunkan semangat dan membuat pikiran sumpek, yang berpengaruh pada rezeki. Pilihan yang lebih baik adalah menanam tanaman yang daunnya awet dan tidak mudah gugur untuk menjaga pikiran tetap jernih dan semangat hidup tetap tinggi.
Anggrek: Keindahan Mahal yang Menguras Energi dan Uang
Anggrek, terutama jenis liar yang sulit dirawat, sering dibeli untuk kesan mewah di rumah. Meski indah dipandang, anggrek membutuhkan perawatan khusus dan biaya yang cukup tinggi. Dalam falsafah Jawa, tanaman ini dianalogikan dengan usaha yang besar modalnya namun hasilnya kecil. Energi, waktu, dan uang terkuras untuk merawat sesuatu yang hanya menjadi hiasan. Tanaman sederhana namun mudah dirawat justru lebih mendatangkan manfaat jangka panjang dan keberkahan.
Tanaman Terlalu Rimbun: Menghalangi Cahaya dan Energi Positif
Tanaman besar dengan daun dan cabang rimbun dapat menutupi jendela, mengurangi masuknya cahaya matahari, dan membuat rumah terasa gelap serta pengap. Primbon Jawa menyebut rumah gelap dan pengap menghambat rezeki karena memengaruhi semangat dan energi penghuni. Cahaya matahari penting sebagai simbol kehidupan dan harapan baru. Memangkas ranting dan daun yang menutupi jendela membantu menciptakan rumah yang terang, segar, dan semangat hidup yang lebih tinggi, sehingga pintu rezeki lebih mudah terbuka.
Bunga Plastik: Pajangan Cantik Tapi Kosong
Bunga tiruan sering digunakan sebagai pajangan karena tampak cantik dan tidak memerlukan perawatan. Namun dalam primbon Jawa, benda palsu melambangkan harapan semu, keinginan akan hasil tanpa usaha. Bunga plastik tidak memberi kehidupan atau keberkahan karena tidak pernah tumbuh, layu, atau berubah. Mengganti bunga plastik dengan tanaman hidup mengajarkan kesabaran, proses, dan usaha nyata, yang secara simbolis selaras dengan proses mendapatkan rezeki yang halal dan berkah.