Namun, Prilly membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa hilangnya akun disebabkan faktor teknis.
“Hal tersebut di luar kendaliku karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka. Sekarang dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Hingga kini, akun tersebut masih dalam tahap pemulihan oleh tim teknis platform.
Menutup klarifikasinya, Prilly menegaskan bahwa ia menerima seluruh kritik dan masukan publik, serta berkomitmen melakukan evaluasi dalam setiap kerja sama atau kampanye yang dijalankan.