RADARLEBONG.ID- Program gentengisasi nasional dorong penggantian atap seng dengan genteng demi keindahan Indonesia, kenyamanan hunian, pariwisata, ekonomi koperasi, dan lingkungan ASRI.
Seng sebagai Penyebab Panas dan Degradasi Visual Permukiman
Penggunaan atap seng dinilai menimbulkan berbagai persoalan mendasar bagi lingkungan permukiman di Indonesia. Seng disebut bersifat panas bagi penghuni rumah, sehingga mengurangi kenyamanan hidup masyarakat.
Selain itu, seng mudah berkarat seiring waktu, menciptakan kesan kumuh dan tidak terawat di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Kondisi ini dianggap bertolak belakang dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang indah dan layak dipandang.
BACA JUGA:Prabowo Canangkan Proyek Gentengisasi Nasional untuk Ganti Atap Seng di Seluruh Indonesia
Genteng sebagai Solusi Estetika dan Kenyamanan Hunian
Genteng dipandang sebagai material atap yang lebih ideal karena mampu memberikan kesejukan dan memperbaiki tampilan visual lingkungan. Genteng berbahan dasar tanah liat, yang dapat dikombinasikan dengan zat tambahan tertentu, dinilai ringan sekaligus kuat. Penggunaan genteng diharapkan mampu mengembalikan karakter rumah-rumah Indonesia yang lebih alami dan ramah iklim.
Proyek Gentengisasi untuk Seluruh Wilayah Indonesia
Program gentengisasi dirancang sebagai gerakan nasional yang mencakup kota, kecamatan, hingga desa. Pemerintah daerah diajak berpartisipasi aktif untuk memperindah wilayahnya masing-masing melalui penggantian atap seng dengan genteng. Inisiatif ini menempatkan keindahan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Peran Koperasi Merah Putih dalam Produksi Genteng
Koperasi-koperasi Merah Putih direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas pabrik genteng. Peralatan produksi genteng disebut tidak membutuhkan biaya mahal, sehingga memungkinkan pengembangan industri genteng berbasis koperasi. Langkah ini diharapkan mendorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus mempercepat distribusi genteng ke berbagai daerah.
Pemanfaatan Limbah Batu Bara sebagai Bahan Campuran Genteng
Limbah batu bara dilaporkan dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku genteng bersama tanah liat. Hasil kajian akademisi menunjukkan bahwa campuran tersebut mampu menghasilkan genteng yang kuat dan berkualitas. Pemanfaatan limbah ini sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah industri yang lebih berkelanjutan.
Nilai Budaya Atap Tradisional Nusantara
Sebelum maraknya penggunaan seng, masyarakat Indonesia dikenal menggunakan atap dari bahan alami seperti rumbia, ijuk, atau sirap. Material tersebut memberikan kesejukan dan menyatu dengan alam sekitar. Pengalaman masa lalu ini dijadikan rujukan untuk mengembalikan konsep hunian yang selaras dengan lingkungan dan budaya lokal.