Token Listrik Cepat Habis? Ini Strategi Ampuh Menghemat Biaya dengan Mudah

Rabu 28-01-2026,13:05 WIB
Reporter : Reni Apriani
Editor : Reni Apriani

RADARLEBONG.ID- Setiap akhir bulan, banyak keluarga dibuat terkejut karena token listrik cepat habis meski merasa pemakaian sudah wajar.

Kondisi ini bukan kasus tunggal, melainkan persoalan umum rumah tangga di Indonesia, khususnya pelanggan listrik prabayar.

Data internal PLN menunjukkan, rumah tangga dengan daya 1.300 VA rata-rata mengeluarkan biaya listrik Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

Angka ini bisa ditekan cukup signifikan jika pola pemakaian diatur dengan benar. Bahkan, penghematan listrik hingga 30 persen sangat realistis dicapai hanya dengan perubahan kebiasaan sederhana.

BACA JUGA:Diskon Listrik PLN 50 Persen Januari 2026: Ini Syarat Penerima, Skema Berlaku, dan Cara Cek Status

Artikel ini mengulas tips hemat token listrik yang aplikatif, mudah dipraktikkan, dan relevan dengan kebutuhan rumah tangga modern.

Penyebab Token Listrik Boros Tanpa Disadari

Banyak pengguna listrik prabayar tidak menyadari bahwa pemborosan sering berasal dari hal-hal kecil. Beberapa faktor utama yang membuat pemakaian listrik membengkak antara lain:

Daya siaga (standby power) dari perangkat elektronik yang tetap terhubung ke stop kontak

Peralatan listrik lawas yang belum menggunakan teknologi hemat energi

Kebiasaan sepele, seperti lupa mematikan lampu atau AC

Penggunaan alat berdaya besar untuk kebutuhan ringan

Anggapan bahwa perangkat elektronik yang dimatikan tidak mengonsumsi listrik sepenuhnya keliru. Selama masih terhubung ke sumber listrik, sebagian alat tetap menyedot daya dalam skala kecil yang dikenal sebagai phantom load.

Strategi Efektif Menghemat Token Listrik di Rumah

1. Pengaturan AC yang Lebih Efisien

Kategori :