Spontanitas atau Skenario Terselubung? Dana Rp5,8 Miliar Muncul untuk Penyelesaian Tapal Batas Lebong-BU

Rabu 03-01-2024,09:37 WIB
Reporter : Debi Antoni
Editor : Reni Apriani

RADARLEBONG.ID - Dugaan penyelewengan dana penyelesaian tapal batas antara Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara Rp5,8 miliar dalam APBD Perubahan 2022 terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. 

 

Hingga kini, beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Lebong telah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh jaksa terkait kasus tersebut.

 

Tidak hanya PPTK dan Kabag Hukum Setdakab Lebong, dan Pokja BPBJ Lebong yang telah dimintai keterangan oleh jaksa, namun Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong pun ikut diperiksa jaksa. 

 

Kepala Bappeda Lebong, H. Zulhendri tidak membantah jika dirinya beberapa waktu lalu dipanggil oleh jaksa Kejari Lebong terkait dugaan penyelewengan dana penyelesaian tapal batas Lebong-Bengkulu Utara Rp5,8 miliar dalam APBD Perubahan 2022.

BACA JUGA:Diduga Diselewengkan, Kejari Lebong Lidik Dana Penyelesaian Tapal Batas Lebong-Bengkulu Utara Rp 5,8 Miliar

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara persis munculnya anggaran tersebut di dalam APBD Perubahan 2022. Sebab, dirinya baru dilantik menjadi Kepala Bappeda Lebong setelah semua proses selesai dilakukan. 

 

"Sama seperti jawaban saya dengan jaksa, saya tidak tahu bagaimana prosesnya sampai anggaran itu muncul, karena saya dilantik menjadi Kepala Bappeda setelah semua prosesnya selesai," kata dia. 

 

Meski mengaku tidak mengetahui perihal munculnya anggaran tersebut, Zulhendri menjelaskan sejatinya penganggaran tersebut mesti melalui perencanaan terlebih dulu. 

 

"Kalau kita bicara tentang tupoksi kami di Bappeda, harusnya memang ada perencanaan dulu pada sebuah kegiatan. Setelah itu baru kemudian OPD menterjemahkannya dengan usulan anggaran yang nanti akan dibahas kembali," terangnya. 

Kategori :