BENGKULU, RADARLEBONG.ID - Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat antrean panjang yang tak hampir kenal waktu di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Lantas menuai kritikan dari berbagai kalangan.
Seperti sorotan yang disampaikan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief yang mengatakan antrean panjang di SPBU tersebut kerap menimbulkan kemacetan, bahkan tak sedikit hingga menyebabkan kecelakaan. "Paling banyak memang antrean solar, tapi yang lain juga nggak jarang sampai menimbulkan kemacetan. Masyarakat sampai bertanya keheranan ke saya, bagaimana pengawasan pemerintah kenapa hal seperti ini seakan tak terselesaikan," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Kamis (13/10/2022). Lulusan Psikologi Universitas Indonesia ini menjelaskan, pemerintah harus segera mengevaluasi sistem distribusi BBM ini mengingat persoalan ini telah memicu banyak gesekan antar masyarakat yang tidak tahan dengan antrean panjang. BACA JUGA:Senator Riri Sorot Kenaikan Kenaikan BBM Subsidi Bagi Masyarakat "Kadang sampai ada yang berantem karena tidak mau memahami dan saling menghormati. Orang sudah capek ngantre, tahu-tahu BBMnya habis. Sehingga untuk pengisian berikutnya harus tungggu lama. Sementara di eceran harganya mahal. Kadang banyak kekerasan di tengah-tengah masyarakat bisa jadi dipicu dengan hal-hal seperti ini," ujar Hj Riri Damayanti John Latief. Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, alih-alih meminta masyarakat berhemat, pemerintah semestinya membenahi sarana, prasarana dan fasilitas transportasi publik untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. "Antara pemerintah dan masyarakat harus ada sifat saling memahami dan memberi. Jadi tidak hanya minta masyarakat berhemat, pemerintah sendiri juga sebaiknya siapkan sarana transportasi publik yang murah dan nyaman," sampai Hj Riri Damayanti John Latief. Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini juga meminta agar Kementerian BUMN dan yang terkait lainnya dapat mengevaluasi sistem pengisian BBM Bersubsidi dengan menggunakan verifikasi nomor plat kendaraan karena di Bumi Rafflesia hal ini menjadi persoalan. "Laporan yang saya terima cara pengisian lewat verifikasi nomor plat kendaraan malah menimbulkan masalah baru. Ada yang ngaku belum ngisi BBM tapi pas ngisi di scan QR Code dinyatakan sudah ngisi. Ini merugikan masyarakat, mesti dievaluasi," demikian tutup Hj Riri Damayanti John Latief.Senator Riri Minta Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM
Kamis 13-10-2022,15:42 WIB
Kategori :
Terkait
Kamis 25-07-2024,17:10 WIB
Wakil Bupati Lebong Optimis Capai Target Nasional Penurunan Stunting 14% di Tahun 2024
Kamis 15-02-2024,14:33 WIB
Apakah Komeng Calon DPD? Fotonya Mengundang Tawa Trending di X
Kamis 11-01-2024,16:20 WIB
Kekurangan Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Lebong Capai 6.219 Lembar
Senin 20-11-2023,16:23 WIB
BBM Solar di Luar Daerah Dikabarkan Langka, Antrian SPBU di Lebong Mengular
Selasa 26-09-2023,11:56 WIB
Harimau Leluhur di Bukit Sarang Macan Bengkulu, Hutan Lindung Desa yang Tak Bisa Terjamah oleh Manusia
Terpopuler
Kamis 09-04-2026,14:30 WIB
Cara Cek Bansos April 2026 Secara Online dengan NIK KTP, Lengkap Jenis Bantuan dan Besarannya
Kamis 09-04-2026,18:05 WIB
Yamaha RX King 155 VVA Hadir Lebih Bertenaga
Kamis 09-04-2026,18:15 WIB
3 Motor Listrik Fast Charging, Hemat Baterai
Kamis 09-04-2026,13:24 WIB
Tiga Hari Pasca Bencana Banjir Bandang Lebong, Kapolda Bengkulu Temui Warga dan Berikan Mainan
Kamis 09-04-2026,13:53 WIB
Lebong Tanggap Darurat, Warga Terdampak Banjir Bandang Dibantu Paket Sembako dan Layanan Kesehatan
Terkini
Kamis 09-04-2026,18:20 WIB
Motor Listrik Torsi Besar Akselerasi Setara Yamaha Xmax 250
Kamis 09-04-2026,18:15 WIB
3 Motor Listrik Fast Charging, Hemat Baterai
Kamis 09-04-2026,18:11 WIB
VinFast Viper 2026 Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp 11,5 Juta
Kamis 09-04-2026,18:08 WIB
Honda Jazz 2026 Resmi Hadir dengan Desain Lebih Agresif
Kamis 09-04-2026,18:05 WIB