LEBONG, RADARLEBONG.ID - Tingginya harga pupuk dan racun yang terus terjadi belakangan ini membuat para petani di wilayah Kabupaten Lebong menjerit.
Betapa tidak, harga pupuk dan racun kian mencekik karena tidak seimbang dengan harga jual hasil pertanian naik menjadi dua kali lipat dari harga sebelumnya. Yayas (38), salah satu petani di kecamatan Lebong Tengah mengaku jika harga pupuk dan racun sudah mengalami kenaikan dua kali lipat, akibat kondisi ini tentu membuat pihaknya sangat terbeban dan merasa tidak mampu untuk membeli pupuk maupun racun. "Saat ini hampir seluruh hasil tani itu harganya anjlok, sedangkan harga pupuk dan racun naik menjadi dua kali lipat. Artinya kami (petani,red) merasa sangat tidak mampu untuk membeli kedua bahan pertanian tersebut," sampai Yayas. Sementara itu, Hero Vandroik pemilik kois Diva Tani membenarkan jika harga pupuk dan racun sudah mengalami kenaikan. Bahkan saat ini harga kedua bahan pertanian tersebut naik menjadi dua kali lipat dari harga biasanya. "Iya, untuk harga pupuk dan racun ini memang naik dua kali lipat. Akibat kondisi ini juga membuat para pembeli sedikit menurun dibanding dengan jumlah pembeli sebelumnya," kata Hero. Disebutkannya, untuk pupuk Urea non subsidi sebelumya harga Rp 280 ribu naik menjadi Rp 600 ribu per satu karung, kemudian Npk Mutiara Non subsidi sebelumnya Rp 480 ribu naik menjadi Rp 900 ribu, termasuk juga dengan jenis pupuk lainnya. "Kenaikan bahan pertaniaan ini juga terjadi pada jenis racun, seperti racun rumput merek Supremo sebelumnya Rp 65 ribu naik menjadi Rp 115 ribu per liter, serta beberapa jenis merek racun lainnya," demikian Hero.Petani Menjerit, Harga Pupuk dan Racun Kian Mencekik
Senin 10-10-2022,12:51 WIB
Reporter : Carles Jaya
Editor : Redaksi Radar Lebong
Kategori :
Terkait
Sabtu 28-03-2026,21:30 WIB
Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Sabtu 14-03-2026,20:25 WIB
Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 324 Hari ke Depan
Kamis 25-09-2025,16:23 WIB
Petani Bingin Kuning Diminta Percepat Musim Tanam Padi 2025
Kamis 25-07-2024,17:31 WIB
Sawah Kekeringan, Turun Tanam Desa Karang Anyar Lebong Terancam
Rabu 20-12-2023,14:29 WIB
Hama Wereng dan Tikus Ancam Panen Padi di Bingin Kuning Lebong
Terpopuler
Rabu 06-05-2026,14:46 WIB
Jangan Sepelekan Perubahan pada Wajah, Kenali Gejala Dini Penyakit Ginjal Kronis
Rabu 06-05-2026,13:51 WIB
Panduan Lengkap Budidaya Selada Batavia: Panen Cepat 45 Hari dengan Sistem Hidroponik
Rabu 06-05-2026,13:37 WIB
Pengembalian KN Rp 617 Juta Dugaan Penyelewengan APBDes Desa Ketenong II Tinggal Menghitung
Rabu 06-05-2026,13:47 WIB
Manfaat Mengolah Rumput Menjadi Kompos Organik Berkualitas Tinggi
Rabu 06-05-2026,13:57 WIB
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang dan Ampas Kopi
Terkini
Rabu 06-05-2026,16:26 WIB
Cara Budidaya Kunyit Hitam Menghasilkan Jutaan Rupiah
Rabu 06-05-2026,16:23 WIB
5 Jenis Pupuk Tanaman Cabe, Bikin Hasil Panen Melimpah!
Rabu 06-05-2026,15:00 WIB
BPOM Bengkulu Tegaskan Minyak Goreng Bumi Merah Putih Belum Kantongi Izin Edar
Rabu 06-05-2026,14:53 WIB
Persib vs Persija: Duel Krusial Penentu Gelar Juara di Pekan ke-32
Rabu 06-05-2026,14:46 WIB