Petani Menjerit. Harga Pupuk dan Racun Naik Dua Kali Lipat

Selasa 02-08-2022,11:29 WIB
Reporter : Carles Jaya
Editor : Redaksi Radar Lebong

LEBONG TENGAH, RADARLEBONG.DISWAY.ID - Kenaikan harga pupuk dan racun saat ini cukup berdampak bagi seluruh petani di Indonesia, termasuk juga dirasakan para petani yang ada di Kabupaten Lebong. 

Akibat melambungnya harga pupuk dan racun yang naik dua kali lipat dari harga bisanya membuat para petani menjerit. 

Yayas (38), salah satu petani mengungkapkan bahwa harga pupuk dan racun naik menjadi dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kenaikan harga tersebut sudah berlangsung dalam satu tahun terakhir, sehingga membuat para petani menjerit lantaran tidak mampu untuk membeli pupuk maupun racun dengan harga murah. 

"Sekarang harga pupuk dan racun naik menjadi dua kali lipat dari harga biasanya, padahal barang tersebut sangat kami (petani,red) butuhkan setiap tahunnya," kata Yayas. 

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah dapat kembali menstabilkan  kedua harga tersebut, karena memang dengan kondisi perekonomian masyarakat yang ikut terdampak, akibat pandemi Covid-19 sangat tidak memungkinkan untuk membeli barang dengan harga yang sangat mahal. 

BACA JUGA:Pemdes Pagur Agung Bagikan Bibit Durian Montong

"Kami berharap, harga pupuk dan racun ini bisa kembali stabil. Sebab jika terus begini akan berdampak terhadap turunnya hasil panen para petani," harapnya. 

Terpisah, salah satu pemilik kios pupuk Diva Tani, Hero Vandroik dikonfirmasi kemarin mengaku bahwa untuk harga pupuk naik dua kali lipat, seperti pupuk Urea non subsidi sebelumya harga Rp 280 ribu naik menjadi Rp 600 ribu per sak. Kemudian, NPK Mutiara non subsidi sebelumnya Rp 480 ribu naik menjadi 900 ribu per sak. 

Selain pupuk, lanjutnya, harga racun juga naik menjadi dua kali lipat, seperti racun rumput merek Supremo sebelumnya harga Rp 65 ribu naik menjadi Rp 115 ribu per liter. 

"Saat ini hampir seluruh barang tersedia, namun harganya naik dua kali lipat dari harga biasanya," singkat Hero. 

 

Kategori :