BENGKULU, RADARLEBONG.DISWAY.ID - Tahun ini Indeks Global Food Security Index (GFSI), ketahanan pangan Indonesia sedikit naik, berada di peringkat ke-69 dari 113 negara.
Namun, melemah pada tahun 2020 dengan skor level 61,4. Tentusaja hal tersebut menjadi perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief. Dimana, ia menyikapi terdapat 4 persoalan pertanian yang terjadi di Bengkulu dan Kementerian Pertanian (Kementan) diminta untuk turun tangan mengatasinya. Dimulai dengan mengoptimalkan tata kelola pertanian di seluruh daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan yang melemah secara nasional. "Salah satunya mengenai pupuk bersubsidi. Di Bengkulu hal ini sering jadi masalah. Meski Permentan Nomor 10 Tahun 2022 bagus untuk mengoptimalkan tata kelola pupuk bersubsidi, tapi petani berharap bukan hanya aturan, tetapi juga ketersediaan pupuk itu sendiri harus ready," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Selasa (26/7/2022). BACA JUGA:Senator Riri Apresiasi Pemerintah Tanggap Keluhan Petani Sawit Dewan Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bengkulu ini juga berharap Kementan dapat melakukan program jemput bola agar petani dapat ramai-ramai mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian. "Syukur kalau untuk petani yang benar-benar gurem atau miskin preminya bisa gratis. Melihat perubahan iklim yang terjadi saat ini, asuransi ini memang diperlukan seluruh petani yang terancam gagal panen akibat banjir atau serangan hama," ujar Hj Riri Damayanti John Latief. Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu menuturkan, tak kalah penting adalah upaya untuk mengevaluasi seluruh peraturan menteri yang berpotensi memicu konflik antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Mukomuko. "Kalau perlu Kementan proaktif menengahi konflik yang terjadi. Apalagi laporan yang saya terima salah satu pemicunya adalah berkenaan dengan tafsiran Peraturan Menteri Pertanian nomor 18 tahun 2021 tentang fasilitasi kebun masyarakat," sampai Hj Riri Damayanti John Latief. Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menambahkan, Kementan juga perlu mengawal agar di seluruh daerah terdapat aturan hukum yang dapat mencegah laju alih fungsi lahan persawahan yang setiap tahun kian mengkhawatirkan. "Kalau daerah-daerah nggak memperketat aturan ini, bisa-bisa ke depan tidak ada lagi sawah di kota-kota. Akhirnya ketahanan pangan makin nggak karu-karuan. Ini yang harus dihindari. Saya dukung Kementan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia," tutup Hj Riri Damayanti John Latief.Kementan Diminta Turun Tangan Atasi 4 Persoalan Pertanian di Bengkulu
Selasa 26-07-2022,18:08 WIB
Kategori :
Terkait
Kamis 28-05-2026,17:07 WIB
Dukung Ketahanan Pangan Nasional,BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558 Ribu Petani & 23 Ribu Nelayan
Sabtu 09-05-2026,18:12 WIB
Mengenal Berbagai Jenis Tanaman Penghasil Minyak Nabati dan Atsiri di Indonesia
Sabtu 14-03-2026,20:25 WIB
Cadangan Beras Nasional Cukup untuk 324 Hari ke Depan
Senin 16-02-2026,13:02 WIB
Bupati Lebong Dorong Digitalisasi untuk Majukan Sektor Pertanian
Sabtu 03-08-2024,20:09 WIB
Desa Karang Anyar Sudah 1 Bulan Laksanakan MT II, Apakah Teror Serangan Hama Mulai Mengancam?
Terpopuler
Jumat 26-06-2026,17:15 WIB
5 Daftar Website/Blog untuk Belajar SEO
Jumat 26-06-2026,17:12 WIB
5 AI untuk UMKM dan Bisnis Kecil yang Wajib Dicoba
Jumat 26-06-2026,17:17 WIB
Daihatsu Xenia ADS 2026 Tampil Lebih Sporty, Fitur Modern
Jumat 26-06-2026,17:06 WIB
Letbe Neon 2026, Skutik Retro-Kompat Ini Dibekali ABS Dual-Channel
Jumat 26-06-2026,17:09 WIB
Toyota Cresta Nyaris Terlupakan, Sedan Mewah RWD
Terkini
Sabtu 27-06-2026,12:23 WIB
Jembatan Kayu Mangkurajo Membahayakan, Warga Minta Perbaikan Permanen
Sabtu 27-06-2026,12:16 WIB
Tiga Peserta SPPI Meninggal, Mensesneg Pastikan Evaluasi Latsarmil
Sabtu 27-06-2026,12:12 WIB
Tersangka Penyiksaan YTR Tampil ke Publik, Keluarga Korban Tolak Permintaan Maaf
Sabtu 27-06-2026,12:09 WIB
BPKH Rekrut Pegawai 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 2 Juli
Sabtu 27-06-2026,12:06 WIB