BENGKULU, radarlebong.disway.id - Di era saat ini tak bisa dipungkiri teknologi berperan penting.
Tak hanya memberikan dampak positif, namun tentusaja teknologi khususnya gadget juga memberikan dampak buruk bagi generasi muda saat ini. Untuk itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, pemerintah perlu memastikan agar 204,7 juta warga Indonesia yang saat ini menjadi pengguna internet selamat dari dampak buruk penggunaannya. " Game online kian meresahkan. Jadi mulai sekarang stop, tingkatkan pengawasan, blokir yang tersisa, selamatkan generasi muda dari bahaya game online ini," kata Hj Riri Damayanti John Latief, dalam Siaran Persnya (15/7/2022). BACA JUGA:Cegah Meluasnya PMK, Pemda Diminta Siaga Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menyatakan dukungan atas tindakan hukum Kepolisian terkait penyimpangan penggunaan internet yang secara nyata telah meningkatkan perilaku kriminal di tengah-tengah masyarakat. "Saya sama sekali tidak anti dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi ini nggak bisa dihindari. Tapi jangan sampai menabrak nilai-nilai Pancasila. Judi online ini membelakangi Ketuhanan Yang Maha Esa," ujar Hj Riri Damayanti John Latief. Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini juga memaparkan, telah banyak menerima keluhan orang tua atas perilaku millenial yang bermain judi online karena banyak waktunya yang habis terbuang sia-sia. "Yang harusnya banyak belajar jadi nggak belajar. Orang tua susah cari uang dihabiskan untuk beli chip. Ibadahnya terbengkalai. Banyak dampak buruk lainnya sehingga ini harusnya jadi perhatian serius buat pemerintah," ungkap Hj Riri Damayanti John Latief. BACA JUGA:Dorong Regulasi Koperasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi Termasuk juga, lanjut Riri, kejadian penipuan jual beli hewan kurban yang mengakibatkan jamaah sebuah masjid gagal menyempurnakan ibadahnya di Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, gara-gara game online. "Memang sudah ada jutaan konten negatif yang diblokir sejak tahun 2018 sampai 28 Mei 2022 kemarin. Tapi kasus di Bengkulu Selatan dan di banyak tempat lainnya menunjukkan pengawasan atas konten negatif seperti perjudian masih perlu ditingkatkan," kata Hj Riri Damayanti John Latief, Jumat (15/7/2022). Alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini menambahkan, judi telah terbukti membuat orang malas berikhtiar atau berusaha, menjauhkan orang mengingat Allah subhanahu wa ta'ala, menebar rasa permusuhan dan kebencian di antara sesama manusia. "Lebih bahaya dari narkoba, judi bisa bikin candu, mengganggu kesehatan mental, meningkatkan kriminalitas dan lain-lain. " tutup Hj Riri Damayanti John Latief.Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Game Online
Jumat 15-07-2022,20:43 WIB
Editor : Reni Apriani
Kategori :
Terkait
Kamis 02-04-2026,16:18 WIB
Bocoran GTA 6 Online Ubah Arah Permainan, Rahasia Gamer!
Jumat 13-03-2026,16:48 WIB
Kode Redeem Blue Lock Rivals Maret 2026 Hadiah Gacha Gratis Langka
Selasa 16-12-2025,14:39 WIB
Cara Dapatkan Cryoshock Serpent di Fisch Roblox
Kamis 27-03-2025,11:24 WIB
Pecandu Game Online Harus Terapkan Tips Bermain Game Sehat
Selasa 18-03-2025,13:02 WIB
ZeusX: Lima Tahun Mengubah Lanskap Ekonomi Gaming Digital
Terpopuler
Minggu 12-04-2026,12:10 WIB
Apakah Boleh Mencuci Mesin Mobil Listrik dengan Air?
Minggu 12-04-2026,12:05 WIB
Jadwal Konser FFOREVER 1st World Tour di Jakarta Ditambah
Minggu 12-04-2026,12:20 WIB
Perbedaan Biaya Mobil Listrik dan Mobil BBM, Mana Lebih Hemat!
Minggu 12-04-2026,18:18 WIB
Pemain Bass Thomas Ramdhan Dikabarkan Segera Keluar dari Band Gigi
Minggu 12-04-2026,18:47 WIB
Update Harga Emas Minggu 12 April 2026 di Pegadaian
Terkini
Minggu 12-04-2026,20:06 WIB
BGN Suspend SPPG di Sejumlah Wilayah, Dimana Sajakah?
Minggu 12-04-2026,20:02 WIB
Ducati Panigale V4 R Resmi Meluncur di Indonesia, Superbike Tercanggih Berteknologi MotoGP
Minggu 12-04-2026,19:55 WIB
Manfaat Kencur Campur Jahe, Ampuh Atasi Masuk Angin
Minggu 12-04-2026,19:52 WIB
Game NFT Paling Cuan, Strategi Main dan Hasilkan Kripto
Minggu 12-04-2026,19:45 WIB