RadarLebong.com, LEBONG - Sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah dalam Kabupaten Lebong, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebong mendorong pemerintah desa agar melakukan pengembangan program bank sampah. Program ini ditargetkan dapat mengurangi volume sampah hingga 25 persen. Plt. Kepala DLH Lebong, Indra Gunawan, S.Pi, M.Si, melalui Kabid Kebersihan dan Persampahan, Indra Syarifudin, ST, ME, mengungkapkan pengembangan bank sampah ini menjadi program prioritas yang bakal dilaksanakan pihaknya di 7 desa dan kelurahan dalam 3 kecamatan Kabupaten Lebong. 7 desa dan kelurahan ini diantaranya Kelurahan Pasar Muara Aman, Desa Kampung Muara Aman, Kelurahan Kampung Jawa di Kecamatan Lebong Utara, Desa Sungai Gerong Kecamatan Amen, Kelurahan Tes, Kelurahan Mubai dan Kelurahan Taba Anyar di Kecamatan Lebong Selatan. "Ada 2 hal utama dalam pengelolaan bank sampah ini, pertama mengurangi volume sampah dan kedua penanganan sampah secara mandiri oleh masyarakat. Ditargetkan, melalui pengelolaan bank sampah ini bisa mengurangi volume sampah hingga mencapai 25 persen. Pengelolaan bank sampah ini, sama dengan bank pada umumnya. Masyarakat menabung dalam bentuk sampah plastik yang kemudian akan dicatat di buku tabungan dan sewaktu-waktu tabungan sampah plastik ini bisa ditarik dalam bentuk uang. "Sampah yang disetorkan ke bank sampah ini akan diolah agar memiliki nilai ekonomis. Misalnya, sampah plastik diolah lagi menjadi kerajinan tangan. Tentunya, program ini selain untuk menjaga kebersihan lingkungan juga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat," pungkasnya. Sementara itu, Pemerintah mendukung penerapan circular economy dengan mengembangkan bank sampah, untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025. Bank sampah diyakini sebagai salah satu cara untuk mengetasi masalah sampah sekaligus bernilai ekonomis bagi masyarakat. Bank Sampah ini selain sebagai penyelamat lingkungan juga ada konsep menabung. Uniknya, di Bank Sampah para nasabah menyetor sampah terutama sampah plastik akan mendapatkan uang sesuai dengan nilai sampah yang mereka tukarkan. Sampah akan ditimbang dan ditaksir nilainya sesuai harga di pasaran atau pengepul, kemudian nilai uang itu yang akan dimasukan ke rekening nasabah. Komoditi pada bank ini bukan uang, melainkan sampah. Adapun produk sampah dari rumah tangga bisa dimanfaatkan untuk ditabungkan ke bank sampah setelah selesai dipilah. (bye)
Kelola Sampah Jadi Berkah, DLH Dorong Program Bank Sampah
Sabtu 29-01-2022,09:16 WIB
Editor : Radar Lebong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-02-2026,20:00 WIB
Isuzu Panther 2026 Performa Tangguh untuk Berbagai Kondisi Jalan di Area Perkotaan maupun Luar Kota
Jumat 06-02-2026,19:00 WIB
Bukti Serius Garap Pasar Elektrifikasi, Toyota Hadirkan Vios dan Alphard Hybrid di IIMS 2026
Sabtu 07-02-2026,08:06 WIB
Chromebook Terbaik 2026: Perbandingan Acer vs Lenovo vs ASUS untuk Performa, Desain, dan Produktivitas
Jumat 06-02-2026,21:00 WIB
Isuzu Panther 2026 Benarkah Masih Jadi Mobil Keluarga Diesel Paling Tangguh di Indonesia?
Terkini
Sabtu 07-02-2026,18:12 WIB
Yamaha EC-06, Motor Listrik Stylish dengan Fitur Paling Lengkap di 2025
Sabtu 07-02-2026,18:00 WIB
Estimasi Harga Avanza 2026 Varian Tertinggi Indonesia, Dari 300 Juta Hingga 340 Jutaan
Sabtu 07-02-2026,17:52 WIB
Spesifikasi dan Fitur Jaecoo J5 Terbaru dengan Harga Terjangkau
Sabtu 07-02-2026,17:45 WIB
Review Jaecoo J5 – SUV Baru Jaecoo dengan Desain Stylish dan Fitur Lengkap untuk Harian
Sabtu 07-02-2026,16:24 WIB