Bupati Lebong Azhari Tekankan Percepatan Serapan Anggaran 2026
Bupati Lebong Azhari Tekankan Percepatan Serapan Anggaran 2026-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID – Rabu 7 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menggelar rapat koordinasi (rakor) rutin bulanan bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Forum tersebut menjadi momentum mengevaluasi sejumlah program sekaligus mendorong percepatan realisasi anggaran yang kini memasuki penghujung tahun anggaran 2026.
Rakor tersebut dipimpin langsung Bupati Lebong H. Azhari SH MH. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Lebong Bambang,ASB, S.Sos.M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si. serta para kepala dinas, asisten, staf ahli hingga para camat dilingkungan Pemkab Lebong.
Bupati Lebong H.Azhari,SH,MH, menyampaikan, rakor bulanan tersebut, menjadi ruang koordinasi untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai target.
Selain mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, Pemkab Lebong juga membahas hasil komunikasi dengan pemerintah pusat maupun instansi terkait. Salah satunya terkait sektor pertanian. Menurut Azhari, jajaran Dinas Pertanian sebelumnya telah melakukan koordinasi ke Jakarta dan bertemu dengan pejabat kementerian terkait. Hasil pertemuan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pembahasan dalam rakor.
BACA JUGA:Polres Lebong Periksa Oknum Kepala OPD, Terkait Dugaan Asusila Siswi Magang
"Rapat ini rutin kita laksanakan setiap bulan. Kita ingin memastikan apa yang sudah kita komunikasikan dan perjuangkan, baik ke pemerintah pusat maupun pihak terkait, benar-benar ada hasil dan realisasinya,” sampai Bupati Azhari
Lanjut Bupati juga mengatakan, selain pertanian dari hasil koordinasi dengan jajaran TNI melalui video conference. bahwasanya dari komunikasi tersebut, Pemkab Lebong mendapatkan dukungan program Karya Bakti skala besar.
Beberapa program yang dibahas meliputi pembangunan sumur bor, pembangkit listrik di kawasan Sungai Lisai, hingga pembangunan jalan dan jembatan. Program tersebut disebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan dan koordinasi yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Termasuk Karya Bakti skala besar, ada beberapa yang kita dapatkan, seperti sumur bor, pembangkit listrik di Sungai Lisai, kemudian jalan dan jembatan. Ini merupakan realisasi dari hasil pertemuan yang kita lakukan,” katanya.
Lanjut Bupati Azhari, perhatian utama dalam rakor ini juga diarahkan terhadap serapan anggaran. Mengingat waktu pelaksanaan APBD 2026 semakin terbatas, ia meminta kepada seluruh OPD yang realisasi anggarannya masih rendah segera melakukan percepatan.
"Terlebih, terdapat sejumlah perangkat daerah yang dalam evaluasi penyerapan anggaran masih mendapat tanda merah," ungkapnya.
Ditambahkan Bupati Azhari, menegaskan alasan teknis terkait kendala aplikasi tidak boleh menghambat proses pelaporan dan percepatan realisasi. Yang anggarannya masih kurang dan mendapat tanda merah, kita tekankan untuk ditingkatkan.
" Jangan sampai persoalan aplikasi dijadikan alasan. Kalau memang ada kendala di satu tempat, bisa diinput melalui tempat lain,” tegas Bupati Azhari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
